QRISma Fest Satukan Tradisi Lawas dan Transaksi Digital
- 09 Mei 2026 10:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemerintah Kota Malang bersama Bank Indonesia mencoba mengirim pesan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus identitas budaya lokal. Pesan itu disampaikan melalui Kenduri Lawasan QRISma Fest 2026 bertema “Memorabilia: Dari Tradisi ke Transaksi” yang digelar di Gedung Kesenian Gajayana, Jumat malam (8/5/2026).
Gedung Kesenian Gajayana sengaja dipilih karena dinilai menyimpan memori kolektif masyarakat terhadap wajah lama Kota Malang yang perlahan mulai tergeser perkembangan kota modern.
Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Malang Indra Kusuma Priyadi mengatakan digitalisasi saat ini sudah menjadi bagian yang tidak bisa dihindari masyarakat. Namun, menurut dia, perkembangan transaksi digital tetap harus berjalan berdampingan dengan upaya menjaga tradisi dan budaya lokal.
“Digitalisasi pada saat ini sudah bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. Mau tidak mau kita ikut atau kita akan hanyut. Tetapi digitalisasi itu tidak melupakan tradisi keagungan masa lalu dan nilai-nilai yang dibawa leluhur kita,” ujar Indra.
Menurutnya, konsep “dari tradisi ke transaksi” lahir dari kegelisahan melihat modernisasi yang kerap dimaknai sebagai meninggalkan budaya lama. Padahal, kata dia, budaya dan teknologi justru bisa saling menguatkan.
“Setelah kami melihat sebuah sisi baik, kami menemukan ada toleransi yang sangat signifikan antara tradisi menuju transaksi. Malam ini kita membawa semangat untuk melestarikan tradisi, namun juga meningkatkan transaksi sebagai bagian dari denyut nadi ekonomi,” katanya.
Pesan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya penjualan 112 tumpeng jajanan jadul menggunakan QRIS yang berhasil mencatatkan rekor MURI. Tradisi kuliner lawas dipadukan dengan sistem pembayaran digital yang identik dengan gaya hidup modern.
“Ini adalah yang pertama di Indonesia, ada jajanan jadul berupa tumpeng yang dibeli hanya menggunakan QRIS,” kata Indra.
Selain itu, festival juga menghadirkan workshop digitalisasi UMKM, lomba lingkungan bersih, hingga amazing race pelajar bernuansa budaya lokal. Lebih dari 50 UMKM tercatat mengikuti edukasi digitalisasi di kawasan Kayutangan Heritage.
Melalui QRISma Fest, Pemerintah Kota Malang dan Bank Indonesia ingin menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya soal transaksi cepat dan praktis, tetapi juga bagaimana teknologi mampu menjadi ruang baru untuk menjaga identitas budaya kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....