Relawan Pajak Renjani Bangun Kepercayaan Wajib Pajak Masyarakat
- 23 Apr 2026 14:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program Renjani (Relawan Pajak untuk Negeri) tidak hanya berfokus pada pendampingan teknis pelaporan SPT Tahunan, tetapi juga berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan. Melalui keterlibatan mahasiswa, program ini menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif, terutama di tengah kekhawatiran wajib pajak terhadap kewajiban mereka. Alfion, mahasiswa Ilmu Administrasi Jurusan Perpajakan semester 6 Universitas Brawijaya Malang, menilai pengalaman ini membuka wawasan baru dalam memahami kondisi nyata di lapangan.
“Ketika terjun langsung, kami melihat bahwa tantangan bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana meyakinkan wajib pajak agar merasa aman dan percaya,” ungkapnya kepada RRI, Kamis (23/4/2026).
Dalam pelaksanaan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), para relawan dihadapkan pada berbagai persoalan yang kerap menimbulkan kebingungan bagi wajib pajak. Alfion menjelaskan bahwa kompleksitas pelaporan sering kali menjadi sumber kekhawatiran.
“Untuk wajib pajak badan, kami sering menemukan laporan yang tidak balance atau bahkan minus. Hal ini membuat mereka ragu dan takut salah. Di situ kami hadir untuk memberikan arahan agar data diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilaporkan,” jelasnya.
Belva menambahkan bahwa kesalahan prosedural juga menjadi faktor yang memperbesar kecemasan wajib pajak. Menurutnya, kurangnya pemahaman terhadap sistem digital sering membuat masyarakat merasa terbebani.
“Banyak yang sebenarnya sudah mencoba dari rumah, tapi karena tidak mengikuti alur yang benar, mereka jadi bingung sendiri. Kami bantu menjelaskan bahwa sistem sudah dirancang memudahkan, asalkan digunakan sesuai prosedur,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa intensitas pelayanan yang tinggi menjadi bukti bahwa masyarakat masih membutuhkan pendampingan langsung.
“Dalam sehari, terutama di bulan Maret, kami bisa melayani ratusan wajib pajak. Ini menunjukkan kebutuhan akan edukasi masih sangat besar,” tambahnya.
Sementara itu, Kimi melihat bahwa pendekatan emosional menjadi kunci dalam membangun rasa percaya. Ia kerap menemui wajib pajak yang diliputi kekhawatiran saat melaporkan harta atau penghasilan mereka.
“Banyak yang takut kalau melaporkan harta nanti akan berdampak buruk, seperti dipanggil atau diperiksa. Kami jelaskan secara perlahan bahwa pelaporan justru bentuk kepatuhan, bukan sesuatu yang perlu ditakuti,” ujarnya.
Melalui interaksi langsung tersebut, para relawan Renjani berupaya menanamkan pemahaman bahwa pajak memiliki peran vital dalam pembangunan negara. Edukasi ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat menjadi lebih positif.
“Kami selalu menyampaikan bahwa pajak adalah salah satu sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dengan memahami itu, diharapkan wajib pajak bisa lebih sadar dan tidak lagi merasa khawatir,” pungkas Kimi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....