Cari Nafkah, Perempuan Harus Jaga Harmoni Keluarga
- 03 Apr 2026 19:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, banyak perempuan harus menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga. Kondisi ini kerap memicu kelelahan fisik maupun tekanan emosional, terutama jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang baik dalam keluarga.
Hal ini turut dibahas dalam dialog “Malang Siang Ini” Senin (30/03/2026) siang, di RRI Malang dengan tema “Perempuan Kepala Keluarga Mandiri dan Berdaya dalam Ekonomi” bersama narasumber dari anggota IWAPI DPC Kota Malang, Ibu Vita Aju Fasitawati dan Ibu Amalia Julianti.
Pembahasan tersebut menekankan bahwa tantangan terbesar perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga, terutama dalam hubungan dengan suami.
“Istri harus tetap melibatkan suami dalam setiap aktivitasnya, agar suami tetap merasa dihargai dan tidak merasa tersisih,” jelas ibu Vita.
menurut ibu Amalia, salah satu strategi yang disarankan adalah dengan membangun komunikasi yang positif, seperti meminta bantuan sederhana kepada suami atau mengajak berdiskusi tentang pekerjaan. “Hal ini penting untuk menjaga perasaan suami agar tetap percaya diri dan memiliki peran dalam keluarga” tambahnya.
Selain itu, perempuan juga diingatkan untuk tidak membawa sikap profesional di tempat kerja ke dalam rumah tangga, seperti bersikap terlalu dominan atau memerintah. Keseimbangan antara peran publik dan domestik menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan.
Di sisi lain, dukungan dari anak-anak dan lingkungan sekitar juga sangat diperlukan. Anak-anak dapat dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga sederhana sebagai bentuk kerja sama keluarga.
Namun, perempuan rentan mengalami kelelahan atau burnout karena beban ganda yang dijalani. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk memiliki waktu istirahat dan menjaga kesehatan mental.
“Perempuan harus kuat, tapi tetap lembut. Karena kelembutan itulah yang menjaga kehangatan dalam keluarga,” ujarnya.
Melalui komunikasi yang baik, pengelolaan emosi, serta dukungan keluarga, perempuan diharapkan mampu menjalankan peran gandanya tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....