Perempuan Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ini Kuncinya

  • 03 Apr 2026 19:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tekanan ekonomi yang semakin meningkat membuat banyak keluarga harus beradaptasi, termasuk dengan perubahan peran dalam rumah tangga. Tidak sedikit perempuan yang kini harus ikut bahkan menjadi tulang punggung keluarga demi menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari kebutuhan harian hingga pendidikan anak.

Fenomena ini menjadi pembahasan dalam program “Dialog Malang Siang Ini” Senin (30/03/2026) siang,yang disiarkan oleh RRI Malang dengan tema “Perempuan Kepala Keluarga Mandiri dan Berdaya dalam Ekonomi” bersama narasumber dari anggota IWAPI DPC Kota Malang, Ibu Vita Aju Fasitawati dan Ibu Amalia Julianti.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa perempuan sebagai kepala keluarga tidak selalu disebabkan oleh ketiadaan suami. Kondisi ini bisa terjadi karena suami sakit, tidak bekerja, pensiun, atau adanya kesadaran istri untuk membantu memperkuat ekonomi keluarga.

Menurut ibu Amalia, kemandirian perempuan merupakan hal penting sebagai bentuk kesiapan menghadapi kondisi tak terduga. “Banyak perempuan yang mengalami kesulitan ketika tiba-tiba harus menjadi penopang ekonomi karena sebelumnya tidak memiliki keterampilan atau pengalaman kerja” jelasnya.

“Perempuan harus punya pegangan. Jangan sampai saat kondisi darurat datang, kita tidak siap dan akhirnya kesulitan sendiri,” ujar ibu Vita.

Lebih lanjut, perempuan didorong untuk mulai mengenali potensi diri sejak dini. Keterampilan sederhana seperti memasak, menjahit, atau membuat kerajinan bisa menjadi awal untuk membangun usaha rumahan. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi peluang besar. Media sosial dan aplikasi pesan seperti WhatsApp dinilai efektif untuk memasarkan produk tanpa harus memiliki toko fisik.

Tidak kalah penting, membangun jejaring atau relasi juga menjadi kunci keberhasilan. Bergabung dalam komunitas seperti IWAPI dapat membantu perempuan mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar yang lebih luas.

“Mulai saja dulu dari yang kecil. Yang penting konsisten, karena usaha itu proses, bukan hasil instan,” tambahnya.

Dengan bekal kemandirian, keterampilan, dan jaringan yang kuat, perempuan diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....