Inflasi Kota Malang Maret 2026 0,34 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan BBM
- 02 Apr 2026 13:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi bulan ke bulan (month-to-month/m-to-m) pada Maret 2026 sebesar 0,34 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,39 persen dan nasional sebesar 0,41 persen.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifuddin, menjelaskan bahwa inflasi pada Maret 2026 terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama, seperti daging ayam ras, bensin, minyak goreng, cabai merah, dan jeruk.
Secara keseluruhan, Kota Malang pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen secara m-to-m, 0,98 persen secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), serta 3,75 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
“Penyumbang utama inflasi m-to-m berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,30 persen. Komoditas yang paling dominan adalah daging ayam ras,” ujar Umar, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, secara tahunan (y-on-y), inflasi dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan tarif listrik menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.
Di tingkat Jawa Timur, seluruh 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi pada Maret 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 0,98 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Surabaya sebesar 0,13 persen.
Umar menambahkan, kenaikan inflasi juga dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Harga Pertamax naik dari Rp11.800 pada Februari 2026 menjadi Rp12.300 pada Maret 2026. Sementara itu, Pertamax Turbo meningkat dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 pada periode yang sama.
"Selain faktor energi, lonjakan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat selama momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi selama periode Idulfitri 2026.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifuddin, menjelaskan bahwa inflasi pada Maret 2026 terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama, seperti daging ayam ras, bensin, minyak goreng, cabai merah, dan jeruk.
Secara keseluruhan, Kota Malang pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen secara m-to-m, 0,98 persen secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d), serta 3,75 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).
“Penyumbang utama inflasi m-to-m berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,30 persen. Komoditas yang paling dominan adalah daging ayam ras,” ujar Umar, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, secara tahunan (y-on-y), inflasi dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan tarif listrik menjadi komoditas utama penyumbang inflasi.
Di tingkat Jawa Timur, seluruh 11 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi pada Maret 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 0,98 persen, sedangkan terendah tercatat di Kota Surabaya sebesar 0,13 persen.
Umar menambahkan, kenaikan inflasi juga dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Harga Pertamax naik dari Rp11.800 pada Februari 2026 menjadi Rp12.300 pada Maret 2026. Sementara itu, Pertamax Turbo meningkat dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 pada periode yang sama.
"Selain faktor energi, lonjakan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat selama momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi selama periode Idulfitri 2026.
"Di Kota Malang, kebijakan ini berdampak pada penurunan tarif kereta api dan angkutan udara, sehingga sedikit menahan laju inflasi lebih lanjut," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....