OJK Dorong Perempuan Cerdas Finansial Pilar Keluarga Sejahtera
- 19 Des 2025 23:25 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi perempuan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, dalam kegiatan Edukasi Keuangan kepada Kelompok Perempuan dalam rangka Peringatan Hari Ibu, yang digelar di Hotel Santika Malang, Jumat (19/12/2025)
Farid mengatakan, perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus menjaga kesejahteraan rumah tangga. Namun di sisi lain, perempuan juga menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai tawaran keuangan yang berisiko.
“Perempuan, khususnya ibu-ibu, perlu memiliki kecerdasan finansial agar tidak mudah terjebak tawaran pinjaman online ilegal maupun investasi bodong,” katanya.
Ia mengungkapkan, maraknya pinjaman online ilegal dan investasi tanpa izin masih menjadi tantangan serius di masyarakat. Menurutnya, rendahnya literasi keuangan sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Ketika seorang ibu memiliki dana lebih, justru tawaran investasi akan semakin banyak datang. Dan faktanya, korban penipuan investasi masih didominasi oleh ibu-ibu,” ungkapnya.
Selain itu, OJK mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gaya hidup berlebihan yang dipengaruhi fenomena FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinion), yang mendorong perilaku konsumtif hingga muncul istilah doom spending, yaitu kebiasaan belanja berlebihan sebagai pelarian dari kecemasan masa depan.
“Gaya hidup seperti ini membuat keuangan tidak sehat. Tanpa literasi keuangan yang baik, kesejahteraan akan sulit tercapai,” tambahnya.
Farid menegaskan, berbagai survei menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi seseorang terhadap produk dan layanan keuangan, maka semakin baik pula tingkat kesejahteraannya. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk lebih cermat memilih instrumen investasi yang aman dan mudah dipahami, salah satunya emas.
“Emas cenderung naik nilainya seiring inflasi. Inflasi itu adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dari waktu ke waktu, sehingga nilai uang menurun. Karena itu, investasi harus mampu menjaga nilai aset,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farid juga menjelaskan peran OJK sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi seluruh lembaga jasa keuangan, sekaligus melindungi konsumen, agar masyarakat merasa aman dalam menggunakan produk keuangan formal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....