PeKA BI Lindungi Perempuan dari Penipuan Digital

  • 12 Des 2025 14:31 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap meningkatnya modus penipuan digital seiring pesatnya transformasi layanan keuangan.

Pesan itu disampaikan Deputi Kepala KPw BI Malang, Siti Nurfalinda, dalam Kosmonitalk PeKA, Jumat (12/12/2025) bertema “Perempuan Mandiri Siap Upgrade Diri”.

Nurfalinda menjelaskan bahwa digitalisasi memang membawa kemudahan, tetapi juga memunculkan celah baru bagi pelaku penipuan.

“Digitalisasi berkembang pesat dan membawa banyak manfaat. Tapi di sisi lain, penipuan juga makin banyak caranya,” ujarnya.

Ia menyebutkan berbagai modus yang kini marak, mulai dari pesan WhatsApp palsu hingga rekayasa percakapan dan identitas menggunakan kecerdasan buatan (AI). Melalui program PeKA (Peduli, Kenali, Adukan), BI mendorong masyarakat tetap berhati-hati dalam setiap transaksi digital.

Nurfalinda menegaskan bahwa perempuan menjadi sasaran penting dalam kegiatan ini. Menurutnya, perempuan adalah pengelola utama keuangan rumah tangga sekaligus kelompok yang paling aktif melakukan transaksi, termasuk belanja daring.

“Mayoritas yang mengurus keuangan dan melakukan transaksi adalah perempuan,” katanya.

Dalam program PeKA, tahapan Peduli menekankan pentingnya memahami manfaat dan risiko sebelum bertransaksi. Tahapan Kenali mengharuskan masyarakat memeriksa keaslian situs, nomor kontak, hingga merchant QRIS sebelum melakukan pembayaran.

“Dikenali dulu pengirimnya siapa, resminya di mana,” tuturnya.

BI berharap kegiatan ini dapat memperluas penggunaan layanan digital secara aman dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital.

“Kami ingin digitalisasi terus berkembang, tapi masyarakat juga harus punya pengalaman yang positif dan tetap waspada,” kata Nurfalinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....