Majapahit, Kris, dan Masa Depan Kemenkeu

  • 27 Okt 2025 20:16 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Kepala Kantor Wilayah DJBC Jatim II, Agus Sunandar, memiliki cara unik memaknai pekerjaannya. Baginya, menjaga keuangan negara tidak hanya soal regulasi, tapi juga menjaga warisan budaya. Salah satu simbol yang ia pilih adalah kris, benda pusaka yang sarat makna dan filosofi kepemimpinan. Agus menganggap kris bukan sekadar benda pusaka, melainkan pengingat bahwa kekuatan ekonomi berakar pada kebijaksanaan budaya.

“Resyenungkar langaris, bukan soal besi dan pamornya, tapi makna doa dan niat pembuatnya,” katanya, Senin (27/10/2025).

Ia mencontohkan, generasi muda di lingkungan Kementerian Keuangan kini mulai tertarik mempelajari nilai-nilai di balik kris. Melalui komunitas kecil, mereka belajar tentang sejarah dan filosofi Majapahit sebagai refleksi atas tata kelola negara modern. Menurut Agus, menghidupkan kembali nilai-nilai semacam itu penting untuk membentuk aparatur yang berkarakter.

“Majapahit dulu besar karena punya nilai, bukan sekadar kekuasaan. Itu yang harus kita pelajari kembali,” ujarnya.

Dalam pandangannya, masa depan birokrasi keuangan harus berdiri di atas kesadaran budaya. Karena hanya dengan itu, tata kelola ekonomi bisa berjalan seimbang antara angka dan makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....