LPS Soroti Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Mahasiswa
- 04 Sep 2025 19:09 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, menyoroti adanya kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa. Hal itu disampaikan dalam program LPS Goes to Campus di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (4/9/2025).
Bambang menyebut inklusi keuangan nasional saat ini relatif tinggi, sekitar 80 persen, namun tingkat literasi masih berada di kisaran 60 persen. “Akses layanan keuangan sudah mudah, tapi pemahamannya masih rendah,” ujarnya.
Ia menilai kesenjangan ini berisiko menjerumuskan masyarakat pada praktik keuangan yang salah, seperti judi online atau pinjaman ilegal.
“Saking mudahnya akses sekarang, kalau tidak dibekali ilmu bisa disalahgunakan,” tegasnya.
Menurut Bambang, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra dalam meningkatkan literasi keuangan.
“Kami berkolaborasi dengan kampus agar mahasiswa mendapat pengetahuan pengelolaan keuangan yang baik,” jelasnya.
LPS, kata dia, juga menggandeng Bank Indonesia, OJK, dan perbankan untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan.
“Literasi keuangan bukan sesuatu yang bisa selesai sekali kegiatan saja, tapi harus terus menerus,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, LPS berharap mahasiswa tidak hanya mengakses layanan keuangan, tetapi juga memahami risikonya.
“Dengan literasi yang baik, mahasiswa lebih siap mengelola keuangan secara sehat,” tutup Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....