DJP Jatim III Catatkan Penerimaan Pajak Lampaui Target
- 21 Jan 2025 11:23 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur IIImencatatkan angka positif dalam penerimaan pajak tahun 2024, dengan realisasi sebesar Rp36,072triliun atau mencapai 100,06% dari target yang ditetapkan.
Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP jawa Timur III, Vincentius Sukamto mengatakan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2024 tercatat sebesar 9,78%, melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 4,91% (year-on-year hingga Triwulan III 2024).
"Keberhasilan ini menandai lima tahun berturut-turut pencapaian di atas target, sekaligus mencerminkan konsistensi dalammengoptimalkan penerimaan negara," katanya, Selasa (21/1/2015).
Menurutnya, capaian pada tahun 2024 menunjukkan kontribusi signifikan sektor perpajakan dalam mendukung pertumbuhanekonomi di wilayah ini. Lima sektor utama, yakni Industri Pengolahan, Perdagangan,Administrasi Pemerintahan, Pengangkutan, dan Pergudangan.
"Kelima sektor tersebut menyumbang sebesar90,84% dari total penerimaan, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor IndustriPengolahan yang mencapai 69,36%.Dari sisi jenis pajak, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) mencapai Rp11,372 triliun atau103,22% dari target yang ditetapkan," ujarnya.
Secara keseluruhan, pertumbuhan PPh menunjukkanangka negatif sebesar -0,05%. Hal ini disebabkan oleh penurunan penerimaan PPh Badanyang mencatat angka -24,87%. Namun demikian, kinerja jenis pajak PPh lainnya, seperti PPhOrang Pribadi dan PPh Pasal 21 berhasil tumbuh rata-rata sebesar 19%, yang membantumenjaga stabilitas penerimaan dari sektor ini.
"Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN)dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat penerimaan sebesar Rp24,576triliun, atau 98,54% dari target. Pertumbuhan penerimaan sebesar 14,96% menunjukkanperan besar PPN Dalam Negeri dan PPN Impor dalam mendukung penerimaan," ungkap Vincent.
"Di sisi lain,Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencatat kinerja yang sangat baik dengan realisasipenerimaan sebesar Rp147,157 miliar, atau 105,41% dari target, sekaligus mencatatpertumbuhan signifikan sebesar 43,77%. Penerimaan dari jenis pajak lainnya, termasuk BeaMeterai, mencapai Rp318 miliar, atau 101,86% dari target, dengan pertumbuhan sebesar12,56%," ungkapnya.
Vincent menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara petugas pajak, wajibpajak, serta mitra kerja. Sinergi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci utamadalam mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi penerimaan pajak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak atas kontribusi aktifnya dalammendukung penerimaan negara. Kami akan terus berupaya meningkatkan transparansi danprofesionalisme dalam setiap lini pelayanan untuk memastikan kepatuhan dan kepercayaanmasyarakat terhadap sistem perpajakan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....