Rupa Rasa Artelier Perkuat Kolaborasi Industri Kreatif di Malang
- 01 Jul 2026 13:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Berangkat dari keinginan menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pelaku industri kreatif, Rupa Rasa Artelier menggelar festival yang memadukan seni, budaya, musik, dan hospitality dalam satu wadah. Festival yang digelar di Malang pada 7–8 Mei 2026 itu tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para kreator, tetapi juga menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi di tengah ekosistem kreatif.
Founder Rupa Rasa Artelier, I Made Bagus, mengatakan festival tersebut lahir dari keresahan melihat banyak pelaku seni dan industri kreatif yang berkembang di bidangnya masing-masing, namun masih minim ruang untuk saling bertemu dan berkolaborasi.
"Rupa Rasa Artelier lahir dari keresahan kami melihat pelaku seni, musik, budaya, dan hospitality yang sebenarnya berjalan berdampingan, tetapi jarang memiliki ruang untuk benar-benar berkolaborasi. Dari situ kami ingin menghadirkan sebuah wadah yang bukan sekadar festival, tetapi juga gerakan untuk mempertemukan orang-orang kreatif agar bisa saling bertumbuh bersama," ujarnya saat diwawancarai RRI Pro 2 Malang dalam program Pro 2 Muda Kreatif, Rabu (1/7/2026)
Menurutnya Rupa Rasa Artelier dibangun dengan keyakinan bahwa budaya tidak hanya hidup di museum atau arsip sejarah, melainkan terus berkembang melalui karya, musik, percakapan, kuliner, hingga berbagai bentuk ekspresi kreatif yang lahir dari masyarakat. Karena itu, festival ini mempertemukan bartender, musisi, seniman visual, performer, dan komunitas kreatif dalam satu ruang untuk saling menginspirasi serta membuka peluang kolaborasi baru.
"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya tidak hanya hidup di museum atau buku sejarah. Budaya akan terus hidup ketika dirayakan melalui musik, karya seni, kuliner, hingga hospitality. Karena itu, Rupa Rasa Artelier kami hadirkan sebagai ruang yang mempertemukan semuanya dalam satu ekosistem kreatif," kata I Made Bagus.
Salah satu program yang menjadi daya tarik festival adalah Bartender Week, yang menghadirkan bartender dari Malang dan Bali dengan racikan cocktail eksklusif yang terinspirasi dari budaya, daerah asal, hingga perjalanan hidup masing-masing. Tak hanya menyajikan pengalaman menikmati minuman, setiap racikan juga membawa cerita mengenai identitas lokal serta memanfaatkan berbagai bahan khas Indonesia. Festival ini juga mengusung gerakan "1 Gelas 1 Pohon", di mana setiap minuman yang dinikmati pengunjung turut berkontribusi pada upaya penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, Rupa Rasa Artelier turut menghadirkan pameran seni rupa yang menampilkan karya sejumlah perupa dengan beragam tema, mulai dari budaya, refleksi kehidupan, hingga hubungan manusia dengan ruang dan tradisi. Sementara di panggung pertunjukan, sejumlah musisi independen dari Malang dan Bali turut memeriahkan festival melalui berbagai genre musik, mulai dari alternative pop, rock, psychedelic rock, hingga pertunjukan eksperimental yang memadukan unsur tradisi dan modernitas.
Menurut I Made Bagus, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem kreatif yang sehat. Ia menilai setiap bidang memiliki potensi besar untuk berkembang apabila saling membuka ruang dan bekerja sama.
"Kami percaya tidak ada industri kreatif yang bisa berkembang sendirian. Ketika musisi, perupa, bartender, komunitas, hingga pelaku hospitality saling membuka ruang untuk berkolaborasi, di situlah ide-ide baru akan lahir dan ekosistem kreatif bisa berkembang lebih sehat," jelasnya.
Ia juga optimistis Kota Malang memiliki potensi besar sebagai rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, banyak talenta muda yang membutuhkan ruang untuk menunjukkan karya sekaligus membangun jejaring lintas bidang.
"Malang memiliki potensi kreatif yang luar biasa. Banyak talenta hebat di berbagai bidang, hanya saja mereka membutuhkan lebih banyak ruang untuk saling bertemu dan berkolaborasi. Harapan kami, Rupa Rasa Artelier bisa menjadi salah satu ruang yang memperkuat ekosistem kreatif di Kota Malang," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Rupa Rasa Artelier, penyelenggara berharap festival ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan kreatif yang mampu menghubungkan seni, budaya, musik, dan hospitality secara berkelanjutan.
"Harapan kami sederhana, semoga Rupa Rasa Artelier tidak berhenti sebagai sebuah festival, tetapi menjadi gerakan yang terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak kolaborasi. Ketika kita saling mendukung dan saling menghidupi melalui karya, maka budaya dan industri kreatif akan terus memiliki masa depan," tutup I Made Bagus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....