Tak Sekadar Festival, Rupa Rasa Artelier Bangun Ekosistem Kreatif

  • 18 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID,Malang – Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif Indonesia, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Gagasan tersebut terus diusung oleh Rupa Rasa Artelier, sebuah gerakan kreatif yang mempertemukan seni, budaya, musik, komunitas, dan hospitality dalam satu ruang kolaboratif. Melalui semangat "Dari Kolaborasi, Kita Hidup. Dari Ekosistem, Kita Bertumbuh", para pelaku kreatif berupaya membangun ruang bersama yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bagi seluruh elemen yang terlibat.

Dalam Dialog Interaktif di RRI Pro 2 FM Malang , Founder Rupa Rasa Artelier, I Made Bagus, menjelaskan bahwa komunitas yang dibangunnya lahir bukan sekadar untuk menyelenggarakan sebuah acara atau festival. Rupa Rasa Artelier hadir dari keresahan terhadap semakin sempitnya ruang yang mampu mempertemukan berbagai elemen kreatif dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

"Rupa Rasa Artelier lahir bukan sekadar untuk membuat acara. Ia lahir dari keinginan menjaga ruang hidup bagi rasa, seni, budaya, dan manusia-manusia yang masih percaya pada proses. Kami percaya budaya bukan benda mati. Budaya hidup melalui karya, percakapan, keberanian berekspresi, dan pertemuan antar manusia yang memiliki semangat yang sama," ujar Made Bagus, Kamis (18/6/2026)

Menurutnya, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan serba instan, ruang-ruang kreatif yang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk merawat identitas, akar budaya, dan proses berkarya menjadi semakin penting. Karena itu, Rupa Rasa Artelier hadir sebagai titik temu antara tradisi dan ekspresi modern yang melibatkan berbagai latar belakang profesi dan komunitas.

Festival yang digelar pada Mei 2026 lalu menghadirkan berbagai kegiatan seperti pameran seni, pertunjukan musik, sesi berbagi pengalaman, hingga kolaborasi para bartender dari berbagai daerah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menunjukkan bahwa seni, budaya, musik, dan industri kreatif dapat tumbuh berdampingan tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Sementara itu, Mario Septian menilai tantangan terbesar industri kreatif saat ini bukan terletak pada kurangnya talenta, melainkan minimnya ruang yang memungkinkan para pelaku kreatif saling terhubung dan berkembang bersama.

"Indonesia, khususnya Malang, memiliki banyak talenta kreatif yang luar biasa. Ada musisi, seniman visual, pelaku hospitality, komunitas budaya, hingga UMKM kreatif. Namun sering kali mereka berjalan sendiri-sendiri. Padahal ketika kita membangun ekosistem yang sehat, dampaknya bisa jauh lebih besar karena setiap pihak saling mendukung dan membuka peluang baru," kata Mario.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tidak boleh berhenti pada sebuah kegiatan atau perayaan sesaat. Yang lebih penting adalah menciptakan hubungan jangka panjang yang mampu melahirkan karya, membuka kesempatan ekonomi, dan memperkuat keberlanjutan industri kreatif.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi bukan sekadar tampil bersama dalam satu panggung. Kolaborasi adalah bagaimana kita menciptakan ruang agar semua bisa tumbuh bersama. Ketika satu sektor bergerak, sektor lain ikut terdorong. Dari situlah ekosistem kreatif yang berkelanjutan bisa lahir," ujarnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Rupa Rasa Artelier, yakni mempertemukan berbagai sektor yang selama ini tumbuh dalam ruangnya masing-masing. Mulai dari bartender, musisi, perupa, performer, hingga komunitas kreatif diajak untuk saling berbagi ruang dan energi dalam satu gerakan bersama.

Mario menegaskan bahwa tidak ada industri yang dapat berkembang secara optimal jika berjalan sendirian.

"Kami percaya seni membutuhkan ruang, ruang membutuhkan komunitas, komunitas membutuhkan dukungan, dan semuanya membutuhkan koneksi. Karena itu kami ingin menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai pihak agar bisa saling menghidupi melalui karya dan kreativitas. Dari kolaborasi itulah kehidupan dan pertumbuhan bisa tercipta bersama," tuturnya.

Rupa Rasa Artelier juga membawa misi menjaga keberlangsungan budaya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Bagi para penggagasnya, budaya tidak cukup hanya disimpan dalam arsip atau museum, melainkan harus terus dimainkan, dipentaskan, dibicarakan, dan diwariskan melalui ruang-ruang kolaboratif yang hidup.

Made Bagus menegaskan bahwa apa yang dibangun hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari sebuah gerakan yang diharapkan terus berkembang dan melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru di masa depan.

"Legacy tidak dibangun dalam satu malam. Ia dirawat, dihidupkan, dan diteruskan bersama-sama. Karena pada akhirnya, setiap karya adalah jejak bahwa kita pernah hidup, pernah merasa, dan pernah mencoba memberi makna bagi orang lain," pungkasnya.

Melalui semangat tersebut, Rupa Rasa Artelier berharap dapat terus menjadi ruang temu bagi para pelaku kreatif lintas sektor, sekaligus membuktikan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan lahir dari keberanian untuk membuka ruang, membangun kolaborasi, dan bertumbuh bersama dalam sebuah ekosistem yang sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....