Pasar Santai 8, Wadah Promosi Brand Lokal Malang
- 13 Mar 2026 19:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kegiatan Pasar Santai kembali digelar dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal di Malang. Event yang kini memasuki edisi kedelapan ini tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga ruang kolaborasi dan silaturahmi bagi pelaku brand lokal.
Project Manager Pasar Santai, Mohammad Rayhan Nasif, mengatakan tim penyelenggara awalnya terbentuk dari lingkar pertemanan dekat para pendirinya sejak 2017. Hingga kini, metode tersebut masih digunakan dengan mengajak teman-teman sebaya maupun komunitas nongkrong untuk terlibat dalam penyelenggaraan acara.
“Kalau dulu lebih ke teman-teman sekitar founder, dari teman ngopi atau nongkrong. Sampai sekarang masih seperti itu, tapi tahun ini kami juga mengumpulkan teman-teman Gen Z untuk ikut mengurus Pasar Santai,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa Jum’at (13/3/2026).
Dalam Pasar Santai 8, penyelenggara juga menerapkan sistem kurasi bagi tenant, terutama pada kategori makanan dan minuman (F&B). Kurasi dilakukan dengan syarat brand berasal dari Malang, diproduksi di Malang, serta sudah berjalan minimal tiga bulan. Sementara untuk kategori fashion, penyelenggara lebih menekankan pada identitas brand dan produksi yang berbasis di Malang tanpa batasan waktu operasional agar lebih inklusif. Pada penyelenggaraan tahun ini, tercatat ada 19 tenant F&B, 53 tenant fashion, serta tiga jasa kreatif yang turut berpartisipasi, mulai dari ilustrator hingga jasa pembuatan merchandise.
Rayhan menjelaskan, antusiasme brand lokal untuk bergabung cukup tinggi. Bahkan banyak pelaku usaha yang sudah menunggu pembukaan pendaftaran setiap tahunnya. “Biasanya kami hanya menyebarkan flyer pendaftaran, tapi yang mendaftar sudah sangat banyak. Jadi justru tantangannya ada di proses kurasi karena banyak brand yang ingin ikut,” katanya.
Untuk berpartisipasi, tenant dikenakan biaya yang disebut sebagai “biaya urunan” karena konsep acara yang mengedepankan semangat gotong royong. Tahun ini, biaya urunan untuk tenant fashion sebesar Rp300 ribu, sementara tenant F&B sebesar Rp550 ribu. Dari sisi penjualan, beberapa tenant F&B mampu meraih omzet sekitar Rp700 ribu hingga Rp900 ribu per hari. Sementara tenant fashion rata-rata memperoleh sekitar Rp400 ribu per hari.
Selain menghadirkan tenant UMKM, Pasar Santai juga menampilkan berbagai kegiatan hiburan seperti teater, tari, talkshow, hingga live graffiti. Total terdapat sekitar 13 penampil yang meramaikan acara di Pasar santai 8 ini.
Rayhan menilai Pasar Santai tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga wadah memperluas relasi antar pelaku usaha kreatif di Malang. “Pasar Santai ini seperti wadah silaturahmi besar bagi brand lokal. Banyak yang saling kenal, sering ketemu dan nongkrong bersama. Jadi relasinya juga semakin luas,” jelasnya.
Ia berharap Pasar Santai dapat terus menjadi ruang promosi bagi brand lokal Malang agar semakin dikenal masyarakat luas. “Kegiatan ini bukan sekadar jual beli, tapi juga kontribusi untuk mengangkat potensi brand lokal Malang,” pungkasnya. (Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....