Produksi Bawang Merah di Probolinggo Tinggi
- 22 Des 2025 22:15 WIB
- Malang
KBRN, Probolinggo: Produktivitas bawang merah di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, cukup tinggi. Melalui program Sekolah Lapang Good Agriculture Practices (GAP), hasil panen bawang merah mencapai hingga 20,9 ton per hektare umbi basah.
Panen dilakukan bersama Walikota Probolinggo dr. Aminuddin di lahan Sekolah Lapang GAP yang berlokasi di Jalan Barito, Senin (22/12/2025).
Walikota mengapresiasi capaian tersebut, terlebih panen berlangsung di musim hujan yang umumnya menjadi tantangan bagi petani bawang merah.
“Ke depan kita tidak hanya bicara soal produksi, tetapi juga pengemasan dan branding. Dengan begitu, nilai jual meningkat dan harga di tingkat petani juga naik,” ujar Aminuddin.
Ia menambahkan, pengembangan komoditas bawang merah ini turut berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk dukungan terhadap Koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPPP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sekaligus penyumbang inflasi selain cabai rawit. Karena itu, bawang merah menjadi komoditas prioritas yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Probolinggo.
“Pemerintah memberikan pendampingan serta bantuan sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produksi bawang merah, khususnya di Kelurahan Kareng Lor,” jelas Fitriawati.
Sekolah Lapang GAP bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani dalam budidaya bawang merah sesuai kaidah pertanian yang baik dan spesifik lokasi. Program ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Kegiatan Sekolah Lapang GAP diikuti 15 petani berusia 18 hingga 50 tahun, dengan total peserta sekitar 25 orang yang melibatkan penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT), Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kota Probolinggo, serta sejumlah pemangku kepentingan bidang pertanian. Program ini dilaksanakan di lahan bawang merah seluas 3 hektare di kawasan Jalan Barito dan Jalan Progo.
Selama kegiatan, petani menerima bantuan sarana produksi berupa bibit bawang merah varietas Biru Lancur sebanyak 3 ton, pupuk organik 8,4 ton, pupuk NPK 750 kilogram, kapur dolomit 1,5 ton, serta bantuan alat pertanian berupa satu unit cultivator dan satu unit kendaraan roda tiga.
Penanaman dilakukan pada 25 Oktober 2025, dengan panen awal mulai 14 Desember 2025. Hingga Senin (22/12), sebanyak 13 dari 15 petani penerima bantuan telah melaksanakan panen.
Berdasarkan hasil ubinan, lahan milik Hermanto menghasilkan 20,9 ton per hektare umbi basah pada umur 55 hari setelah tanam, atau setara 14,6 ton per hektare umbi kering siap jual. Sementara lahan milik Karim menghasilkan 20,4 ton per hektare umbi basah pada umur 53 hari setelah tanam, atau setara 14,3 ton per hektare umbi kering.
Panen raya tersebut turut dihadiri Penjabat Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegiyantono, Kepala BPS Kota Probolinggo Mouna Sri Wahyuni, Camat Kedopok Dwi Hermanto, serta Lurah Kareng Lor Akbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....