Hilirisasi Kopi Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi di Malang
- 03 Nov 2025 22:14 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Bank Indonesia (BI) Malang menilai hilirisasi kopi rakyat memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan kopi yang terus meningkat, disertai harga yang kompetitif, menjadi peluang emas bagi petani dan pelaku usaha kopi di Malang Raya.
Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Febrina, disela acara Arycofest 2025 menyebut harga kopi per kilogram saat ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun 2024.
“Kenaikan harga ini juga dipengaruhi kondisi global, terutama di Brasil dan Vietnam sebagai produsen utama. Harga kopi kita kini sangat bersaing,” jelasnya di gedung auditorium UB.
Ia menilai, peningkatan harga dan permintaan menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah, sebab sektor kopi berkontribusi langsung pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Ketika nilai tambah meningkat, ekspor juga naik. Itu otomatis berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Febrina menambahkan, sinergi antara sektor hulu dan hilir harus dijaga agar keberlanjutan pasokan dan daya saing kopi tetap terjaga. “Kalau dua sisi ini bisa berjalan beriringan, ekonomi Malang akan semakin kuat,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....