Mengatur Waktu Ala Mompreneur, Tips dari Nara Nabhan

  • 06 Okt 2025 22:02 WIB
  •  Malang

BRN, Malang: Menjadi ibu sekaligus pelaku bisnis, pasti bukan menjadi perkara yang mudah. Namun, ditangan praktisi parenting dan bisnis, Nara Nabhan, kerumitan ini dapat diatasi. Kunci utamanya terletak pada pengelolaan waktu yang tepat dan realistik.

Nara, sapaan akrabnya, menyebut bahwa mompreneur harus berdamai dengan kapasitas diri sekaligus cerdas menetapkan prioritas.

“Banyak ibu yang merasa harus sempurna di semua peran. Padahal, membagi waktu bukan soal membagi rata, tapi membagi sesuai kebutuhan,” ujar Nara di Dilaog Malang Siang ini, Selasa (30/9/2025) siang.

Ia menjelaskan, langkah pertama adalah membuat jadwal harian fleksibel yang memisahkan waktu untuk keluarga, bisnis, dan diri sendiri. Bukan sekadar daftar tugas, tetapi pemetaan energi.

“Ibu itu punya jam produktif yang berbeda-beda. Ada yang pagi fokus untuk anak, ada yang malam justru bisa kerja dengan tenang. Kenali ritme diri dulu,” tambahnya.

Selain itu, Nara mendorong mompreneur untuk mulai berani mendelegasikan tugas. Baik urusan domestik maupun operasional bisnis. Menurutnya, banyak ibu kelelahan karena ingin mengurus semuanya sendiri.

“Melibatkan pasangan, asisten, tim kecil, atau tools digital bukan berarti kita lemah, tapi justru strategis,” tegasnya.

Terkait urusan bisnis, Nara menyarankan para mompreneur membuat sistem kerja yang sederhana dan berulang. Misalnya, menentukan hari khusus untuk produksi, pemasaran, atau konten. Dengan sistem semacam ini, pikiran lebih tenang dan waktu tidak habis untuk hal-hal mendadak.

Yang tak kalah penting, Nara menekankan pentingnya waktu jeda dan self-care. “Kalau ibunya burnout, bisnis dan keluarga ikut terdampak. Sisihkan waktu rehat meski hanya 15 menit sehari,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa komunikasi dengan pasangan dan anak adalah fondasi utama. Dengan komunikasi terbuka, keluarga bisa memberi dukungan dan memahami ritme kerja ibu. “Mompreneur bukan berarti memilih antara anak atau bisnis. Ini tentang kolaborasi peran,” kata penggiat Komunitas Jejak Parenting ini.

Menutup penjelasannya, Nara menegaskan bahwa pengaturan waktu mompreneur tidak harus mirip satu sama lain. Setiap keluarga punya dinamika sendiri.

“Jangan membandingkan. Fokus ke progress, bukan perfeksinya,” tutupnya.

Dengan pendekatan yang adaptif dan realistis, para mompreneur bisa tetap produktif tanpa kehilangan peran utama dalam keluarga. Pesan Nara sederhana: kelola waktu sesuai kapasitas, bukan ekspektasi orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....