Ditekan Tarif AS, Harga Biji Kopi Malang Anjlok
- 28 Jul 2025 05:59 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Pelaku usaha kopi di Kabupaten Malang mengeluhkan harga acuan green bean robusta yang anjlok drastis pada pertengahan 2025.
Mereka menyebut salah satu penyebab utamanya adalah kebijakan tarif bea masuk sebesar 32 persen yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap kopi asal Indonesia.
Andreas Bobby Kristian, pemilik Sadaya Coffee Roaster di Desa Sedayu, Kecamatan Turen, mengatakan bahwa tarif tersebut membuat pasar ekspor kopi ke AS menjadi lesu, sehingga turut menekan harga di tingkat petani dan pelaku usaha lokal.
"Sebelum tarif ini berlaku, harga green bean robusta bisa Rp 83 ribu per kilogram. Sekarang hanya sekitar Rp 50 ribu," kata Andre kepada RRI Malang, Senin (28/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa AS merupakan salah satu pasar penting bagi kopi Indonesia, terutama untuk jenis robusta. Namun, sejak tarif diberlakukan, permintaan dari pasar tersebut menurun tajam, berdampak langsung pada anjloknya harga acuan.
Kondisi itu semakin berat dengan adanya panen raya kopi tahun ini. Produksi melimpah tidak diimbangi oleh permintaan pasar global, yang justru menurun karena hambatan dagang.
Stok di petani dan pelaku roasting menumpuk. Tapi penyerapan pasarnya turun. Ini membuat harga makin turun.
Menurutnya, tekanan harga ini menyulitkan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor kopi. Banyak dari mereka harus menekan margin dan menunda pembelian bahan baku.
"Bahkan yang telat mengetahui harga acuan malah beli rugi," ujarnya.
Andreas berharap pemerintah segera membuka jalur diplomasi perdagangan agar tarif tersebut bisa ditinjau ulang. Ia juga mendorong penguatan pasar domestik dan pembukaan pasar baru di luar AS.
Kalau ini dibiarkan, bisa berdampak panjang bagi semangat petani dan keberlangsungan UMKM kopi di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....