Desa Kopi Ketindan Siap Gaet Investor
- 18 Jun 2025 15:31 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Sebuah kolaborasi strategis dan visioner terjalin di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (18/6/2025). Startup kopi lokal Agroniaga Indonesia Sejahtera, yang digawangi oleh wirausahawan muda Nasrullah Aziz, menggandeng Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dalam sebuah inisiatif terpadu yang bertujuan meningkatkan mutu kopi lokal sekaligus mengembangkan ekowisata berbasis pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran delegasi dari Hong Kong, yang terdiri atas pelaku industri kopi, aktivis lingkungan, dan investor. Mereka datang langsung untuk meninjau potensi Desa Ketindan sebagai desa wisata kopi robusta yang telah dirintis sejak 2021 oleh Nasrullah bersama para petani lokal.
“Kami bukan hanya menjual rasa, tapi juga cerita,” ujar Nasrullah saat menyambut para tamu di kebun kopi kolektif yang dikelola warga desa.
Dengan sistem contract farming yang inklusif, petani mendapatkan dukungan berupa pupuk dan penanganan hama secara gratis. Sementara itu, Agroniaga mengadopsi prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi produk bernilai tambah seperti kombucha dan bahan kreatif lainnya.
KRKP memberikan apresiasi atas model kolaboratif ini. Dalam pernyataannya, KRKP menekankan bahwa inovasi berbasis lokal seperti yang dikembangkan di Ketindan menjadi contoh nyata dari kedaulatan pangan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan ketimpangan global.
Delegasi Hong Kong tidak sekadar melakukan kunjungan seremonial, mereka terlibat aktif menyusuri seluruh proses produksi kopi mulai dari pemetikan, fermentasi, pengeringan alami, hingga proses kreatif di hilir. Mereka juga mengadakan dialog langsung dengan petani, membahas isu perdagangan yang tidak adil (unfair trade) serta mengeksplorasi solusi praktis untuk membangun rantai pasok kopi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Salah satu titik yang menarik perhatian delegasi adalah unit pengolahan limbah kopi yang menunjukkan potensi ekonomi baru dari residu produksi. “Kami percaya, model seperti ini bisa direplikasi di desa - desa lain di Asia Tenggara,” ujar seorang perwakilan delegasi, terkesan dengan pendekatan terintegrasi yang ditawarkan Agroniaga.
Kepala Desa Ketindan, Ibu Artining, S.Sos., M.AP., turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini. “Saya berharap dengan adanya tamu mancanegara ini dapat membuka potensi ekonomi baru. Selain itu, hadirnya desa wisata kopi juga memperkuat identitas lokal Desa Ketindan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kami,” ujarnya.
Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, keterlibatan aktif petani, dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Ketindan bersiap menempatkan diri sebagai ikon desa wisata kopi berkeadilan pertama di Indonesia. Kunjungan ini menjadi langkah awal internasionalisasi kopi robusta Ketindan, membuka jalan untuk investasi pariwisata berkelanjutan serta kemitraan lintas negara dalam membangun ekosistem kopi yang adil dan berdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....