Mengukir Identitas Kabupaten Malang Lewat Batik

  • 28 Mei 2025 18:01 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Program Catur Laras Jagongan UMKM kembali digelar dan kali ini menghadirkan Sri Nasifah, pemilik Jayanti Batik yang beralamat di Jl. Ahmad Yani No. 83, Kepanjen. Dalam kesempatan ini, Bu Sri membagikan perjalanan inspiratifnya dalam mengembangkan batik khas Kabupaten Malang, yang awalnya bermula dari usaha garmen dengan merek “Dewi Sri”.

Batik Kabupaten Malang mulai diperkenalkan secara serius sejak tahun 2010, ketika Bu Sri mulai memfokuskan diri pada dunia batik. "Di bawah dorongan dan dukungan Bupati dan Wakil Bupati kala itu, serta kerja sama dengan Dinas Koperasi, pelatihan membatik diadakan di berbagai kecamatan di Kabupaten Malang," ungkapnya, Kamis (29/5/2025).

Kini, hampir seluruh desa di Kabupaten Malang memiliki pengrajin batik, dan batik Garudea—ciri khas Kabupaten Malang—telah resmi dipatenkan sejak 2024.

Sri Nasifah menjelaskan bahwa setiap motif batik Jayanti memiliki filosofi mendalam dan selalu menampilkan unsur Garudea sebagai identitas lokal. Salah satu desain terkenalnya adalah motif “Dewandaru” yang kini dipakai oleh Bupati dan Wakil Bupati Malang. Produknya telah menembus pasar luar daerah bahkan mancanegara, termasuk Singapura dan Malaysia, serta tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik dan Bordir Indonesia (APBBI).

Selain mengembangkan batik, Bu Sri juga aktif melestarikan budaya melalui Yayasan Citra Kebaya Indonesia. Ia menekankan pentingnya membatik sebagai seni yang memerlukan ketelatenan dan kesabaran, serta mengajak generasi muda untuk ikut terlibat. Jayanti Batik kini membuka pelatihan, menerima pesanan jahit, dan bisa diakses melalui Instagram @jayanti.batik.malang atau WhatsApp di 081233080858.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....