BRI Malang Kolaborasi dengan Divif 2 Kostrad Bangun Pengolahan Sampah Terpadu

  • 25 Apr 2025 17:41 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Divif 2 Kostrad melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

TPST tersebut dinamai Program Pionir dan berlokasi di Singosari, Malang. Pembangunan pengolahan sampah terpadu merupakan wujud komitmen BRI terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Fasilitas itu juga menjadi bukti kepedulian terhadap krisis sampah di Malang. Pasalnya, produksi sampah di wilayah ini kian hari semakin meningkat.

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), volume sampah di Malang mencapai 1.204,30 ton per hari. Setiap orang menyumbang sekitar 0,45 kilogram sampah setiap harinya. Jumlah tersebut terus meningkat seiring bertambahnya penduduk di Malang Raya. TPS di beberapa wilayah bahkan menampung hingga 400 ton sampah per hari.

Pembangunan Tempat Sampah Terpadu itu merupakan bagian dari pilar CSR BRI di bidang lingkungan, selain kegiatan lainnya seperti penanaman pohon, pengelolaan air bersih, dan edukasi lingkungan kepada pelajar serta masyarakat umum.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah kecil di tingkat lokal. Melalui pembangunan tempat sampah terpadu ini, BRI ingin mendorong budaya memilah dan mengelola sampah secara bijak serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Rizky Andhika, Branch Manager BRI Malang Kawi.

Fasilitas tersebut menggunakan teknologi zero waste dan zero emission. Sampah diolah menjadi bahan bangunan seperti batako dan paving block. Pembangunan TPST Program Pionir telah selesai dan diresmikan pada 20 April 2025. Peresmian dipimpin langsung oleh Panglima Divif 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo.

“Kami ingin program ini menjadi contoh pengelolaan lingkungan,” kata Susilo. Ia menambahkan, seluruh langkah ini dilakukan demi masa depan generasi bangsa.

Peluncuran ini dihadiri para asisten, Forkopimda, dan mitra karib. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan atas gerakan pelestarian lingkungan.

TPST Program Pionir menjadi bukti kuat sinergi antarlembaga dalam pengelolaan sampah. Divif 2 Kostrad juga menyatakan perang terhadap sampah.

Insinerator pendukung TPST Program Pionir Divif 2 Kostrad kolaborasi dengan BRI Malang. (foto : RRI Malang/William Nathan)

Bupati Malang, HM Sanusi, turut hadir dalam peresmian program tersebut. Ia mengapresiasi penuh kontribusi TNI dalam penanganan sampah.

Sanusi menegaskan bahwa permasalahan sampah adalah tanggung jawab bersama. Ia menyatakan kesiapannya untuk bersinergi bersama Divif 2 Kostrad memerangi sampah.

“TPST Program Pionir adalah langkah nyata menuju zero waste,” ujar Sanusi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Mayjen TNI Susilo dan jajaran Kostrad.

Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....