Tingkatkan Keamanan Kampus, UM Terapkan Sistem Smart Gate
- 24 Jul 2025 13:27 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Universitas Negeri Malang (UM) mulai menerapkan sistem smart gate parkir sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus. Sistem ini diberlakukan sebagai bentuk mitigasi atas maraknya kasus kehilangan helm dan sepeda motor di area kampus.
Wakil Rektor II UM, Prof. Puji Handayati mengatakan, smart gate merupakan bagian dari upaya UM dalam menciptakan kawasan kampus yang lebih aman dan tertib, seiring dengan kebutuhan warga kampus maupun masyarakat sekitar.
"Smart gate parkir ini tidak sekadar soal akses keluar-masuk kendaraan, tapi bagian dari layanan yang ingin kami tingkatkan untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Dengan sistem ini, akses ke kampus menjadi lebih terkontrol," kata Prof. Puji, Kamis (24/7/2025).
Ia menegaskan, untuk warga UM, seperti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, tidak akan dikenai biaya parkir alias gratis. Mahasiswa bisa mengakses gate dengan menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang sudah terintegrasi dalam sistem. Sementara dosen dan tendik cukup mendaftarkan nomor plat kendaraan mereka untuk mendapatkan akses.
"Setiap mahasiswa dapat mendaftarkan satu kendaraan, sementara dosen dan tendik maksimal dua kendaraan. Pendataan 45 ribu mahasiswa sudah kami lakukan," jelasnya.
Namun, untuk masyarakat umum yang memasuki UM melalui smart gate, akan dikenai biaya parkir senilai Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua, dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat.
“Sistem pembayarannya menggunakan QRIS. Saat ini masih uji coba dan dilakukan secara manual, namun semua proses sudah terekam otomatis di sistem,” ungkap Prof. Puji.
UM menetapkan bahwa pengunjung yang berada di kampus kurang dari 10–15 menit tidak dikenai biaya parkir.
“Jadi untuk ojek online yang menjemput penumpang dengan estimasi waktu sekitar 10-15 menit itu tidak akan dikenakan biaya parkir,” ungkapnya.
Sistem smart gate ini mencakup 20 gate yang tersebar di seluruh area kampus. Proyek ini melibatkan 8 bank mitra dalam pengadaannya dan didukung oleh CSR Bank Jatim, dengan total nilai pengadaan sistem senilai Rp 1,5 miliar.
UM menegaskan bahwa parkir bukan menjadi ladang komersialisasi.
“ Vendor kantin dan mitra internal kampus juga diberikan akses masuk tanpa dipungut biaya. Sebanyak 10 persen pendapatan dari parkir umum akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui koordinasi dengan Bapenda Kota Malang,” ujarnya.
Dalam masa uji coba ini, UM telah menemukan tiga kasus dugaan pencurian helm, yang justru memperkuat urgensi penerapan sistem ini secara menyeluruh.
“Sosialisasi sial smart gate ini terus kami lakukan di masa uji coba selama sebulan ini. Kami juga akan membuat video tutorial penggunaan smart gate agar warga kampus lebih memahami prosedurnya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....