Hijrah dan Persaudaraan dalam Perspektif Islam
- 24 Jul 2025 09:20 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga transformasi spiritual menuju kehidupan yang lebih baik. Pesan ini menjadi inti pembahasan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Sabtu (19/7/2025), pukul 05.00–06.00 WIB, bersama Ustadzah Dra. Sukanah, M.Ag dari PD Aisyiyah Kota Malang.
Dalam siaran tersebut, Ustadzah Sukanah menekankan bahwa hijrah sejati bermula dari niat tulus untuk memperbaiki diri. Ia mencontohkan perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai momentum besar yang tak hanya mengandung aspek strategi, tetapi juga spiritualitas yang mendalam. “Hijrah bukan sekadar pindah tempat, tetapi juga meninggalkan keburukan menuju kebaikan,” ujarnya.
Lebih jauh, hijrah juga menjadi pintu menuju persaudaraan yang lebih kuat antar sesama muslim. Menurut Ustadzah Sukanah, semangat ukhuwah yang terjalin antara kaum Muhajirin dan Anshar di Madinah merupakan bukti nyata betapa pentingnya solidaritas dalam membangun masyarakat yang harmonis. “Tanpa ukhuwah, hijrah hanya akan menjadi perpindahan yang hampa makna,” tambahnya.
Ia juga mengajak umat untuk menjadikan bulan Muharram sebagai momentum muhasabah dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Hijrah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjalin hubungan sosial yang lebih baik, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama.
Melalui uraian yang disampaikan, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, namun perubahan menuju kebaikan yang membawa dampak positif bagi diri dan lingkungan. Indahnya persaudaraan juga menjadi penopang dalam proses hijrah, memperkuat semangat dan menjaga keistiqamahan di jalan yang diridhai. Dengan semangat hijrah yang dibingkai ukhuwah, setiap pribadi diajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan senantiasa tumbuh dalam keimanan.