Prasasti 1351 Membuka Petunjuk Silsilah Gajah Mada

  • 06 Okt 2026 08:52 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Prasasti Gajah Mada tahun 1351 M memberikan petunjuk mengenai kemungkinan hubungan keluarga sang mahapatih dengan tokoh Singasari. Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran asal-usul Gajah Mada melalui sumber sejarah tertulis.

Prasasti tersebut mencatat pembangunan caitya atas perintah Mahamantri Patih Gajah Mada untuk sejumlah tokoh yang telah meninggal. Caitya itu diperuntukkan bagi Brahmana Siwa Buddha dan Sang Mahawrddhamantri yang gugur bersama Raja Kertanagara.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan serangan Raja Jayakatwang dari Gelang-gelang terhadap Singasari pada 1292 M. Edisi digital prasasti oleh Arlo Griffiths dalam proyek DHARMA mencatat inskripsi bertarikh 1273 Saka.

Keterangan prasasti menjelaskan bahwa pembangunan caitya ditujukan sebagai tempat pemberian bakti keluarga para tokoh yang gugur. Istilah santana-pratisantana dalam prasasti merujuk pada keturunan, sanak keluarga, atau kaum keluarga mereka.

“Kalimat dalam prasasti memberikan petunjuk mengenai latar belakang keturunan Gajah Mada. Gajah Mada memiliki hubungan keluarga dengan kalangan brahmana atau Sang Mahawrddhamantri. Tokoh Mahawrddhamantri yang dimaksud adalah Patih Sepuh Mpu Raganata. Ia disebut sebagai salah satu tokoh yang meninggal bersama Raja Kertanagara ketika serangan pasukan Gelang-gelang berlangsung.,” ujar Suwardono dalam Pesona Budaya - Serat Pararaton Episode 31: Biografi Gajah Mada Bagian 2, Sabtu, (03/10/2026).

Berdasarkan penafsiran tersebut, Gajah Mada diduga merupakan keturunan salah seorang brahmana Singasari atau keluarga Mpu Raganata. Kesimpulan itu merujuk pada keterangan prasasti, bukan kepastian mengenai silsilah keluarga yang telah terverifikasi secara menyeluruh. Prasasti tahun 1351 M menjadi salah satu sumber untuk menelusuri latar belakang keluarga Gajah Mada.

Melalui pembacaan sumber tersebut, pembahasan asal-usul sang mahapatih dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan batas penafsiran sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....