Kisah Fiksi Gajah Mada Perlu Dibedakan dari Fakta Sejarah
- 06 Okt 2026 08:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Kisah kehidupan Gajah Mada berkembang melalui berbagai naskah dan karya yang menceritakan perjalanan tokoh besar Majapahit. Namun, tidak seluruh cerita yang beredar memiliki dasar sumber sejarah yang dapat dipastikan kebenarannya.
“Naskah Babad Gajah Mada dan Kakawin Gajah Mada kerap dianggap sebagai karya dari masa Majapahit. Kedua naskah tersebut sebenarnya merupakan produk abad kedua puluh. Keduanya menggunakan bahasa Jawa Pertengahan yang seolah menggambarkan karya dari masa lampau. Kemunculan bentuk bahasa tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa isi naskah berasal dari zaman Majapahit,” kata Suwardono dalam Pesona Budaya - Serat Pararaton Episode 31: Biografi Gajah Mada Bagian 2, Sabtu, (03/10/2026).
Selain naskah tersebut, berbagai karya populer mengenai Gajah Mada juga berkembang dengan unsur cerita fiksi. Sebagian kisah disusun menyerupai novel sehingga sumber data dan fakta sejarahnya sulit ditelusuri. Dalam buku Gajah Mada: Biografi Politik, Agus Aris Munandar menghimpun informasi dari prasasti dan tiga belas sumber tertulis. Sumber tersebut mencakup Nagarakrtagama, Pararaton, Usana Jawa, Babad Arung Bondan, Tantu Panggelaran, serta kisah Panji. Prasasti sezaman, Nagarakrtagama, dan Pararaton tidak menyebutkan secara langsung asal-usul Gajah Mada.
Sementara itu, sejumlah cerita mengenai kelahirannya muncul melalui naskah yang berkembang pada masa lebih kemudian. Berbagai versi tersebut mencakup kisah kelahiran di Desa Mada, hubungan dengan Patih Lugender, hingga keluarga Gajah Pagon. Perbedaan narasi memperlihatkan bahwa penulisan sejarah Gajah Mada membutuhkan pembacaan sumber secara kritis. Melalui pembahasan tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa cerita sejarah tidak selalu identik dengan fakta yang terverifikasi. Penelusuran naskah dan prasasti menjadi bagian penting untuk memahami Gajah Mada secara lebih cermat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....