Sekar Jagad Panca Warna Didorong Jadi Identitas Baru Batik Kota Malang

  • 21 Sep 2026 17:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Asosiasi Perajin Batik Kota Malang mendorong lahirnya identitas baru motif batik Kota Malang melalui Sekar Jagad Panca Warna. Gagasan tersebut dibahas dalam Seminar Motif Batik Kota Malang “Sekar Jagad Panca Warna” di Pinoa Cofe and Space, Jalan Sukarno Hatta, Sabtu (19/9/2026), sebagai bagian dari penyusunan Naskah Akademik Motif Batik Kota Malang.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang, Isa Wahyudi atau Ki Demang, menjelaskan Sekar Jagad Panca Warna merepresentasikan keberagaman lima kecamatan di Kota Malang dalam satu kesatuan motif. Lima wilayah tersebut dituangkan melalui warna hijau, merah, hitam, kuning, dan biru yang terinspirasi dari tradisi bubur panca warna. “Sekar Jagad Panca Warna kita maknai sebagai jagad Kota Malang. Kota Malang memiliki lima kecamatan dengan karakter dan identitas masing-masing, yang kemudian kita hadirkan dalam satu kesatuan motif,” jelasnya.

Menurut Ki Demang, penggunaan warna tersebut bukan sekadar pilihan estetis, tetapi berangkat dari tradisi masyarakat yang masih hidup hingga kini. Motif ini juga dilengkapi isen-isen flora yang dikembangkan berdasarkan toponimi masing-masing kecamatan. “Panca warna ini bukan sekadar pilihan estetis. Warna tersebut mengambil inspirasi dari bubur panca warna yang sampai sekarang masih digunakan dalam berbagai tradisi masyarakat,” katanya.

Ketua Dekranasda Kota Malang, Nabilla Febrina Dersanala, mengapresiasi penyusunan motif melalui kajian ilmiah. Ia menyatakan dukungan terhadap proses pengusulan kekayaan intelektual agar Sekar Jagad Panca Warna dapat menjadi khazanah baru motif batik Kota Malang. “Kami akan mendukung proses pengusulan HAKI agar Sekar Jagad Panca Warna dapat menjadi khazanah baru motif batik Kota Malang dan diterima oleh seluruh masyarakat Kota Malang,” ujarnya.

Dr. Agus Eko Minarno menilai naskah akademik tersebut berpotensi menjadi salah satu rujukan pengembangan motif karena memuat aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis. Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Kota Malang, Dian Likos Amalia, mengatakan pemerintah telah memfasilitasi pembentukan sentra batik di Bunul, Sukun, dan Sawojajar. “Dengan adanya penciptaan motif-motif baru seperti Sekar Jagad Panca Warna, ini bisa menjadi referensi bagi masyarakat. Orang Malang tidak lagi kebingungan mencari motif yang merepresentasikan Kota Malang,” ungkap Dian.

Peneliti batik Universitas Brawijaya, Fitriana Puspita Dewi, menambahkan bahwa batik harus mampu mempertahankan identitas sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Bagaimana batik mengikuti perkembangan kontemporer? Tidak semuanya harus selalu berangkat dari filosofi. Sejauh mata memandang, lingkungan dan berbagai hal di sekitar kita dapat menjadi sumber inspirasi,” ujarnya.

Sekar Jagad Panca Warna selanjutnya direncanakan diluncurkan pada Festival Batik Kota Malang, 4 Oktober 2026 di Alun-Alun Malang, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan motif tersebut kepada masyarakat secara lebih luas. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....