Global Village AIESEC Hadirkan Pertukaran Budaya dari Berbagai Negara di Malang
- 02 Sep 2026 10:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Pertukaran budaya menjadi salah satu pengalaman menarik yang dirasakan anggota AIESEC melalui kegiatan Global Village. Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara dengan mahasiswa dan masyarakat lokal.
Cerita mengenai kegiatan itu disampaikan Fachri Faruq Firdian, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus staf International Relations and Customer Experience untuk program Incoming Global Volunteer di AIESEC in UMM.
Turut berbagi pengalaman, Aisha Yasmin, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 Universitas Brawijaya (UB) yang aktif di AIESEC in UB sebagai team leader bidang external relations. Keduanya menjadi narasumber Pro 2 English Corner Rabu (26/8/2026).
Aisha menceritakan Global Village menjadi salah satu kegiatan yang ramai karena menghadirkan beragam penampilan budaya. Salah satu yang menurutnya menarik adalah kehadiran marching band dalam kegiatan tersebut.
“One of the iconic things that happen di Global Village di UB itu kita ada marching band,” kata Aisha.
Menurutnya, para peserta pertukaran pelajar atau exchange participant juga menunjukkan antusiasme melalui berbagai pertunjukan budaya. Mereka bahkan turut mengajak penonton untuk terlibat dalam kegiatan di atas panggung.
Sementara itu, Fachri mengatakan kegiatan tersebut juga melibatkan peserta dari berbagai negara. Dalam program yang diikuti AIESEC in UMM, peserta berasal dari sejumlah negara seperti India, Pakistan, Tunisia, Mesir, China, dan Vietnam.
Dari AIESEC in UB, Aisha menyebut terdapat peserta dari Polandia, China, serta sejumlah wilayah Eropa. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadi pengalaman baru bagi anggota AIESEC.
Selain mengikuti kegiatan pertukaran budaya, para peserta juga diajak menikmati sejumlah destinasi di Malang. Fachri menyebut beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Coban Rondo, Kayutangan, hingga Pantai Balekambang.
Menurut Fachri dan Aisha, interaksi tersebut bukan hanya menjadi kesempatan mengenalkan budaya Indonesia kepada peserta internasional, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa lokal untuk mengenal budaya negara lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....