Ngijo Heritage Hadirkan Pesta Rakyat untuk Lawan Individualisme Digital
- 13 Agt 2026 20:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Arus digitalisasi yang semakin kuat dinilai membawa perubahan pola interaksi masyarakat, terutama generasi muda. Ketergantungan terhadap gawai dan permainan daring membuat ruang interaksi sosial semakin berkurang. Merespons kondisi tersebut, panitia Ngijo Heritage akan menggelar pesta rakyat bertajuk Ngijo Heritage pada 28-30 Agustus 2026.
Ketua Panitia Ngijo Heritage, Ferdy HR, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang perjumpaan masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai kebersamaan, budaya lokal, serta permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.
Menurutnya, Ngijo Heritage tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya yang melibatkan berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.
"NGIJO HERITAGE bukan sekadar perayaan, melainkan 'rem darurat' untuk merespons perubahan perilaku generasi bangsa yang kian terisolasi dalam layar HP. Kami ingin menghadirkan kembali gelak tawa, keringat kebersamaan, dan rasa bangga akan identitas budaya Nusantara," kata Ferdy, Kamis (13/8/2026).
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi beragam atraksi budaya, olahraga, dan hiburan rakyat. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah penampilan Drumband POLTEKAD Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), pertunjukan Reog Ponorogo, serta sajian musik keroncong yang sarat nuansa nostalgia.
Selain itu, panitia juga menyiapkan kegiatan Fun Walk Berbudaya dan senam zumba yang dikemas dengan sentuhan budaya lokal untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat interaksi sosial masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan hiburan, Ngijo Heritage juga menyediakan arena permainan tradisional sebagai upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda. Berbagai perlombaan seperti egrang, engklek, dam-daman, dan kasti akan digelar selama acara berlangsung.
Panitia juga menyiapkan kegiatan edukatif berupa tebak wayang dan sesi dongeng cerita rakyat yang mengangkat nilai moral serta kearifan lokal.
Menurut Ferdy, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam membangun karakter anak karena mendorong interaksi langsung, kerja sama, sportivitas, dan kreativitas.
Selain permainan dan pertunjukan budaya, pengunjung dapat menikmati aneka kuliner tempo dulu yang disajikan di stan khusus. Berbagai jajanan tradisional dan makanan khas yang kini mulai jarang ditemukan akan menjadi bagian dari pengalaman budaya yang ditawarkan dalam acara tersebut.
Ferdy menegaskan, Ngijo Heritage memiliki tiga misi utama, yakni mengedukasi generasi muda agar lebih mengenal permainan tradisional, melestarikan budaya Nusantara, serta memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat.
"Kami ingin mengembalikan semangat gotong royong, kebersamaan, dan toleransi yang menjadi bagian dari jati diri bangsa," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas bersama di tengah perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....