Mushaf Al-Qur’an Tulisan Sultan Abdurrahman Jadi Koleksi Berharga Keraton Sumenep

  • 03 Agt 2026 10:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Salah satu koleksi paling berharga di Museum Keraton Sumenep adalah mushaf Al-Qur’an tulisan tangan Sultan Abdurrahman, penguasa Sumenep yang memerintah pada 1811 hingga 1854. Hingga kini, sosok Sultan Abdurrahman masih dikenang masyarakat sebagai raja yang berjasa dalam bidang pemerintahan, kebudayaan, dan syiar Islam. Makamnya pun masih ramai diziarahi masyarakat dari berbagai daerah.

Mushaf Al-Qur’an tersebut tersimpan di Museum III, kompleks Pendopo Agung Keraton Sumenep. Keberadaannya menjadi daya tarik bagi wisatawan karena memperlihatkan keindahan kaligrafi sekaligus menjadi bukti kecintaan Sultan Abdurrahman terhadap ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an.

Di kalangan masyarakat berkembang cerita bahwa mushaf tersebut diselesaikan hanya dalam waktu satu hari satu malam. Namun, cerita itu dibantah oleh keturunan Keraton Sumenep, RB Deny Fahrurrazi. Menurutnya, berdasarkan penuturan para sesepuh keraton, proses penulisan dilakukan secara bertahap dalam waktu yang cukup lama.

"Cerita bahwa Al-Qur’an itu selesai ditulis dalam satu hari satu malam tidak memiliki dasar yang kuat. Sultan Abdurrahman memang rutin menulis pada malam hari, sementara para putranya bergantian memegang obor sebagai penerangan hingga menjelang fajar,” ujar pemandu wisata keraton Sumenep, Ryan kepada RRI, Minggu (2/8/2026)

Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan bagi para putra raja. Mereka dibiasakan hidup disiplin, sederhana, serta patuh kepada orang tua, sehingga kehidupan keluarga kerajaan tidak selalu identik dengan kemewahan.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, yang berkesempatan melihat langsung mushaf tersebut mengaku kagum dengan kerapian dan keindahan tulisan tangan Sultan Abdurrahman. Di hadapan koleksi bersejarah itu, ia juga sempat membacakan Surat Al-Kahfi ayat pertama yang terpajang pada halaman mushaf.

"Luar biasa. Tulisan tangan Sultan Abdurrahman sangat rapi, indah, dan menunjukkan ketelitian yang tinggi. Ini bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga warisan peradaban Islam yang patut dijaga. Saya bahkan sempat membaca Surat Al-Kahfi ayat pertama dari mushaf ini dan merasakan pengalaman yang sangat berkesan,” ujar Mistam.

Menurutnya, keberadaan mushaf Al-Qur’an tulisan tangan tersebut menjadi bukti bahwa Keraton Sumenep tidak hanya meninggalkan warisan berupa bangunan dan benda pusaka, tetapi juga tradisi keilmuan Islam yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Hingga kini, mushaf Al-Qur’an karya Sultan Abdurrahman tetap menjadi salah satu koleksi unggulan Museum Keraton Sumenep. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, naskah tersebut juga menjadi bukti berkembangnya tradisi literasi, keilmuan, dan syiar Islam di lingkungan Kesultanan Sumenep yang terus dijaga sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....