Festival Kali Brantas #5 Gaungkan Pelestarian Sungai Brantas

  • 29 Jul 2026 17:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Hari ini 27 Juli adalah Hari Sungai Nasional, dimana Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang kembali menggelar Festival Kali Brantas #5 yang di gagas oleh Isa Wahyudi (Ki Demang) sebagai ketua Pokdawis Kota Malang pada 25-26 Juli 2026 kemarin sebagai upaya menguatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Sungai Brantas melalui pendekatan budaya dan tradisi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Petik Tirto Amerto dan Jamasan Kali Brantas yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 10.00 WIB di Arboretum Titik Nol Sumber Brantas, Kota Batu. Ritual ini menjadi simbol penghormatan kepada sumber kehidupan sekaligus ungkapan syukur atas keberadaan mata air Brantas yang menghidupi jutaan masyarakat di Jawa Timur.

Arak arak 20 orang terdri dari penari dan perwakilan dan 7 kampung tematik yang di kawal oleh Ki Demang dengan membawa kendi dan bumbung air menandai dimulainya prosesi Petik Tirto amerto Kali Prantas sambil di iringi kidung Mocopat singgah singgah. Sesampai di titik Nol sumber Brantas penari menarikan Tari Tirta Amarta sambil dilangsungkan pembacaan Mantra dan doa oleh Ki Lelono budayawan dari Kota Batu di danpingi Budayawah Mbah Karjo Dari Kota Malang.

Satu persatu para pengiring mengambil air sumber Brantas dengan menggunakan bejana kendi dan bumbung diawali dari perwakilan Perum Jasa Tirta I Malang dilanjutkan penari dan perwalikan 7 kampung tematik Kota Malang. Selain itu diikuti perwalikan dari Komunitas Perempuan Bersanggul Nusantara dan Pamong Kebudayaan Jawa Timur.

Prosesi acara menjadi sangat khidmat karena ada jamasan penari yang menarikan tari Tirta Amerta dari Kampung Budaya Polowijen. Jamasan dilakukan sebagai simbol bahwa mata air Kali Brantas sebagai wahana untuk mensucian, membersihkan diri sekaligus untuk tolak balak.

Sany Repriandini Ketua PBN memgapresiasi atas kegiatan ini sekaligus keterlibatannya selam 5 tahun ini sebagai wujud bakti pelestarian alam melalui ekspresi budaya. "Kegiatan ritual seperti ini sebagai upaya mengingatkan kita bahwa sumber mata air harus dijaga demi pelestarian alam lingkungan untuk anak cucu kita" ucapnya.

Indah Kalalo juga memberikan statemen bahwa dirinya yang sudah 5 tahun terlibat dalam ritual Kali Brantas bersama Ki Demang merasa bahwa "acara ritual adat istiadat harus di selenggarakan sebagai upaya pemajuan kebudayaan dan dapat dikreasi dari yang sakral hingga sebagai hiburan." Tapi jangan lupa edukasi lingkungan haris di kedepankan. Imbuh Indah sebagai Sekertaris Pamong Kebudayaan Jawa Timur.

Usai prosesi di Titik Nol Sumber Brantas, air suci yang telah didoakan kemudian dibawa menuju Kota Malang dalam prosesi Atur Tirto Wening Kali Brantas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, dengan mengunjungi tujuh kampung tematik yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.(Mey)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....