Hamur Art Space Rayakan Setahun Berkarya lewat Pameran "NAWAK"

  • 05 Jul 2026 09:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Satu tahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk membangun sebuah ruang yang hidup. Itulah yang dirayakan Hamur Art Space melalui pameran bertajuk NAWAK, yang menjadi puncak peringatan hari jadinya yang pertama. Digelar di Kota Malang, pameran ini menghadirkan 16 perupa dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol semangat kebersamaan dan kolaborasi yang selama ini menjadi fondasi perjalanan Hamur Art Space.

Nama NAWAK, yang dalam bahasa Jawa berarti kawan, dipilih bukan tanpa alasan. Tema tersebut mencerminkan keinginan Hamur Art Space untuk terus memperluas jejaring seni, tidak hanya di Malang tetapi juga dengan para seniman dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Trenggalek, Pasuruan, Batu, hingga Tulungagung. Menurut Agni selaku pengelola Hamur Art Space, pameran ini menjadi bentuk nyata dari upaya membangun ekosistem seni yang saling terhubung dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. "Nawak itu kawan. Hamur Art Space ingin menjalin silaturahmi seni bukan hanya dengan sesama seniman di Kota Malang, tetapi juga dengan seniman dari berbagai kota. Harapannya terbangun ekosistem ruang seni dan praktik berkesenian yang padu dan berkelanjutan," ujarnya.

Selama setahun terakhir, Hamur Art Space telah menghadirkan 13 pameran dan berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas seni. Salah satu program yang rutin digelar adalah kegiatan sketsa dan drawing bersama yang berpindah-pindah lokasi setiap minggunya. Bagi Wawan, Manajer Operasional Hamur Art Space, konsistensi dalam menghadirkan ruang berkegiatan menjadi salah satu kunci tumbuhnya komunitas seni yang aktif. Setelah NAWAK, Hamur juga telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, mulai dari pameran Abdi Dalem pada 8 Juli, pameran tunggal pelukis Hendung pada 12 Juli, hingga pameran Lompat Pagar yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Lebih dari sekadar tempat memamerkan karya, Hamur Art Space juga ingin menjadi ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja. Tommy, selaku Humas Hamur Art Space, menjelaskan bahwa masih ada jarak antara perkembangan seni kontemporer dengan pemahaman masyarakat. Karena itu, Hamur berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya mempertemukan karya dan seniman, tetapi juga menghubungkan berbagai disiplin seni, mulai dari teater, sastra, hingga praktik kreatif lainnya. Dengan begitu, masyarakat memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan dunia seni sekaligus membangun apresiasi terhadap perkembangannya.

Melalui pameran NAWAK, Hamur Art Space kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang budaya yang tumbuh bersama komunitas. Semangat persahabatan yang diusung dalam pameran ini menjadi pengingat bahwa ekosistem seni tidak hanya dibangun melalui karya-karya yang dipajang di dinding galeri, tetapi juga melalui hubungan yang terus dirawat, kolaborasi yang semakin luas, dan ruang yang selalu terbuka untuk belajar, berdialog, serta menciptakan karya bersama. Dengan semangat itulah Hamur Art Space berharap dapat terus menjadi rumah bagi para pelaku seni sekaligus ruang yang ramah bagi masyarakat untuk menikmati dan mengenal seni lebih dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....