Mahasiswa Polinema dan UM Raih Gelar Putra Putri Batik Kota Malang 2026

  • 29 Jun 2026 14:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Dewan Juri Ajang tahunan Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 menetapkan Moh. Abdul Wasil dari Politeknik Negeri Malang sebagai Putra Batik Kota Malang 2026. Sedangkan Putri Batik Kota Malang 2026 diraih Apriliana Nurlatifah Ula dari Universitas Negeri Malang.

Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi kompetisi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter serta pelestarian budaya batik di Kota Malang.

Ketua Dewan Juri sekaligus Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kota Malang, Ki Demang, mengatakan ajang Putra Putri Batik merupakan sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

"Batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi identitas budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan jati diri bangsa," kata Ki Demang, Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, para finalis diharapkan mampu menjadi teladan dalam mencintai produk lokal sekaligus berperan sebagai duta budaya.

"Saya berharap Putra Putri Batik Kota Malang 2026 mampu menjadi teladan bagi generasi muda untuk mencintai produk lokal, mendukung para pengrajin batik, serta menjadi duta budaya yang mampu membawa nama Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Seementara itu, Director Paguyuban Putra Putri Batik Kota Malang, Sarah Mariyam, menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan grand final yang berlangsung meriah di Pendopo Kabupaten Malang, Sabtu 27 Juni 2026, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dewan juri, sponsor, mitra, pelaku UMKM batik, media, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Grand Final Putra Putri Batik Kota Malang 2026 dapat terlaksana dengan sukses," tuturnya.

Sarah berharap para pemenang dapat terus berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya batik.

"Para pemenang diharapkan tidak berhenti setelah menerima mahkota, tetapi terus berkarya, mengabdi, dan menjadi wajah budaya Kota Malang yang mampu menginspirasi generasi muda," harap Sarah.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....