UB Resmikan RBI Bertema Kisah Panji di Guangxi Normal University Tiongkok
- 05 Jun 2026 14:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Universitas Brawijaya (UB) membangun Rumah Budaya Indonesia (RBI) dengan tema baru yang mengangkat Kisah Panji di Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok. Peresmian RBI tersebut menjadi bagian dari Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan bersama oleh UB dan GXNU sebagai wujud penguatan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan diplomasi antarbangsa.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A. mengatakan, RBI merupakan simbol nyata hubungan yang terus berkembang antara UB dan GXNU. Selain menjadi sarana promosi budaya Indonesia, RBI diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian yang lebih luas.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A. mengatakan, RBI merupakan simbol nyata hubungan yang terus berkembang antara UB dan GXNU. Selain menjadi sarana promosi budaya Indonesia, RBI diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian yang lebih luas.
"Mengutip filsuf dan sastrawan Tiongkok, Lu Xun, jalan kerja sama tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui langkah-langkah bersama yang dilakukan secara konsisten. Semangat tersebut menjadi fondasi hubungan UB dan GXNU yang terus berkembang hingga saat ini," katanya.
Dr. Yusri Fajar menilai peresmian RBI menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui jalur pendidikan dan budaya.
“Peresmian Rumah Budaya Indonesia sebagai implementasi kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Guangxi Normal University berlangsung dalam suasana penuh persahabatan dan semarak. Para civitas akademika dari kedua universitas membaur dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan budaya yang ditampilkan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya memiliki kekuatan besar untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa. Karena itu, RBI diharapkan dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Wakil Rektor GXNU, Prof. Li Xianxian menegaskan bahwa komitmen GXNU dalam mengembangkan pendidikan internasional yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Menurutnya, RBI menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan strategis antara kedua universitas.
“RBI bukan hanya ruang fisik yang menampilkan bahasa, seni, adat istiadat, dan tradisi Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati dan emosi generasi muda kedua negara. Ke depan, RBI akan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari pojok bahasa Indonesia, salon budaya, pameran seni, hingga pengalaman kuliner tradisional Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertukaran budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarbangsa.
“Hubungan persahabatan antarnegara bergantung pada kedekatan masyarakatnya, dan kedekatan masyarakat lahir dari saling pengertian. Budaya berkembang melalui pertukaran, dan peradaban diperkaya melalui pembelajaran bersama,” katanya.
Peresmian RBI menjadi bagian dari festival budaya bertajuk The Secret Paradise. Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara.
Mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di GXNU menjadi penggerak utama berbagai pertunjukan tersebut. Mereka menampilkan tarian tradisional, musik, pencak silat, hingga pertunjukan vokal yang mendapat sambutan hangat dari mahasiswa internasional dan masyarakat setempat.
Menariknya, festival tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia, tetapi juga mahasiswa dari berbagai negara seperti Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Keterlibatan mahasiswa lintas negara tersebut menciptakan suasana yang inklusif sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai bangsa.
“Peresmian Rumah Budaya Indonesia sebagai implementasi kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Guangxi Normal University berlangsung dalam suasana penuh persahabatan dan semarak. Para civitas akademika dari kedua universitas membaur dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan budaya yang ditampilkan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya memiliki kekuatan besar untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa. Karena itu, RBI diharapkan dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Wakil Rektor GXNU, Prof. Li Xianxian menegaskan bahwa komitmen GXNU dalam mengembangkan pendidikan internasional yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Menurutnya, RBI menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan strategis antara kedua universitas.
“RBI bukan hanya ruang fisik yang menampilkan bahasa, seni, adat istiadat, dan tradisi Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati dan emosi generasi muda kedua negara. Ke depan, RBI akan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari pojok bahasa Indonesia, salon budaya, pameran seni, hingga pengalaman kuliner tradisional Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertukaran budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarbangsa.
“Hubungan persahabatan antarnegara bergantung pada kedekatan masyarakatnya, dan kedekatan masyarakat lahir dari saling pengertian. Budaya berkembang melalui pertukaran, dan peradaban diperkaya melalui pembelajaran bersama,” katanya.
Peresmian RBI menjadi bagian dari festival budaya bertajuk The Secret Paradise. Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara.
Mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di GXNU menjadi penggerak utama berbagai pertunjukan tersebut. Mereka menampilkan tarian tradisional, musik, pencak silat, hingga pertunjukan vokal yang mendapat sambutan hangat dari mahasiswa internasional dan masyarakat setempat.
Menariknya, festival tidak hanya melibatkan mahasiswa Indonesia, tetapi juga mahasiswa dari berbagai negara seperti Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Keterlibatan mahasiswa lintas negara tersebut menciptakan suasana yang inklusif sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....