Jasmine Alicia Ajak Generasi Muda Lestarikan Tari Tradisional Digital

  • 17 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID , Malang - Semangat pelestarian budaya terus digaungkan oleh generasi muda Jawa Timur, salah satunya oleh Jasmine Alicia. Dalam talkshow Sore Ceria, remaja yang akrab disapa Cia ini mengaku aktif mengenalkan budaya tradisional kepada anak muda melalui media sosial.

Dengan mengusung program bertajuk Gema Wirasa atau Gerakan Makna dan Rasa, Jasmine fokus memperkenalkan budaya dan seni tari tradisional agar lebih dekat dengan generasi muda. Ia memanfaatkan konten digital sebagai sarana edukasi sekaligus promosi budaya.

“Karena basic saya suka menari, tentunya ingin mengenalkan seni tari tradisional kepada anak-anak zaman sekarang. Dari konten digital ini saya ingin mengedukasi anak muda saat ini untuk bisa menari dan mempelajari tari itu sendiri, di mana harapannya agar kita semua bisa melestarikan seni tradisi ke depan,” jelasnya, Minggu (17/05/2026).

Selain aktif membuat konten budaya, Jasmine juga mengajak teman-teman sekolahnya untuk mempelajari tari tradisional. Di sekolahnya, yakni SMPN 4, terdapat jam pelajaran khusus untuk belajar tari dan musik tradisi gamelan. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk mengenalkan berbagai tarian yang telah ia kuasai.

Jasmine mengaku telah mempelajari sejumlah tari tradisional sejak sebelum mengikuti ajang Putra Putri Kebudayaan Remaja Jawa Timur 2026. Beberapa tari yang pernah dipelajarinya antara lain Tari Wirastri Pranggul, Tari Remo, hingga Tari Bapang.

Dari berbagai jenis tari yang dipelajari, Tari Gandrung khas Banyuwangi menjadi salah satu tarian yang paling menarik perhatiannya. Menurutnya, tarian tersebut memiliki gerakan yang menantang sehingga membutuhkan latihan dan penguasaan yang lebih mendalam.

Perjalanan Jasmine menjadi duta budaya bermula dari ketertarikannya di dunia modeling. Dukungan sang ibu kemudian mendorongnya untuk mengikuti ajang Putra Putri Kebudayaan Remaja Jawa Timur sebagai wadah mengembangkan potensi sekaligus memperluas wawasan budaya.

“Dari sini saya lebih ingin menjadi promotor budaya kepada teman-teman saya yang sering menganggap budaya itu kuno atau tidak zaman. Semakin dipelajari budaya tradisional ini menarik dan mengagumkan,” katanya.

Menurut Jasmine, budaya tradisional masih sangat relevan bagi generasi muda apabila dikemas secara kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai media sosial menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan budaya kepada anak muda dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima.

Melalui berbagai kegiatan dan konten yang dibuatnya, Jasmine berharap semakin banyak remaja yang tertarik mempelajari budaya daerah serta bangga terhadap warisan budaya Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....