Dikatakan Mirip Baju Khas Jogja, Berikut Tanggapan Anggota Tim Perumus

  • 13 Apr 2026 16:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menanggapi komentar masyarakat yang membandingkan busana khas Malang dengan daerah lain seperti Yogyakarta, tim perumus menilai kemiripan yang muncul merupakan bagian dari sejarah yang saling berkaitan.

Anggota Tim Perumus Busana Khas Kota Malang, Agus Sunandar, menyampaikan bahwa kemiripan tersebut tidak lepas dari pengaruh sejarah pada masa kolonial yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Malang dan Yogyakarta.

“Kalau dibaca dari sejarahnya, model busana seperti itu memang pernah diberikan oleh pemerintahan Belanda ke beberapa daerah, termasuk Malang dan Jogja, sehingga ada kemiripan,” kata Agus kepada RRI Malang, Senin 13 April 2026.

Ia menjelaskan, pada masa tersebut, busana pemerintahan memiliki pola yang serupa karena berasal dari sumber yang sama, sehingga wajar jika terdapat kesamaan bentuk maupun konsep.

Menurut akademisi Universitas Negeri Malang (UM), perbedaan justru terlihat pada perkembangan busana di masing-masing daerah.

“Menurut data, di Jogja dan Solo bahkan mempunyai 30 hingga 36 baju khas yang sampai sekarang masih berkembang karena adanya kesinambungan budaya kerajaan, sehingga muncul banyak varian busana khas,” jelasnya.

Sementara itu, di Malang perkembangan busana khas sempat terhenti setelah masa kemerdekaan, sehingga tidak mengalami keberlanjutan seperti di daerah lain yang kerajaannya masih eksis, seperti Yogyakarta yang merupakan Daerah istimewa.

“Di Malang, kerajaan sudah terputus sejak kemerdekaan, sehingga sekarang kita mencoba merajut kembali memori kolektif yang pernah ada,” katanya.

Agus Sunandar menegaskan, kemiripan bukan menjadi persoalan, melainkan bagian dari proses sejarah yang dapat dikembangkan menjadi identitas baru.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengembangkan dan menyesuaikan dengan karakter Malang saat ini,” pungkasnya. (Meutia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....