Pro Kontra Busana Khas Malang Dinilai Positif

  • 13 Apr 2026 15:45 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim perumus menilai pro kontra busana khas Malang sebagai partisipasi publik dalam pengembangan budaya.

Anggota Tim Perumus Busana Khas Malang, Agus Sunandar, menyatakan respons beragam masyarakat merupakan hal wajar dalam proses kreatif yang melibatkan ruang publik.

“Menurut saya itu hal yang sangat positif, karena menunjukkan adanya partisipasi publik dan tradisi dialektika yang hidup di Kota Malang,” ujarnya dalam program Halo RRI, Senin (13/4/2026).

Akademisi bidang fashion dari Universitas Negeri Malang ini menegaskan kritik dan masukan publik menjadi bahan evaluasi penting untuk penyempurnaan desain ke depan.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran, karena itu bisa menjadi bahan untuk memperkaya karya dan pengembangan selanjutnya,” jelasnya.

Menurutnya, busana khas yang diperkenalkan saat ini, termasuk gaya Indische, bukan merupakan bentuk final, melainkan tahap awal dari proses panjang pembentukan identitas budaya daerah.

“Harapannya ke depan tidak hanya satu desain, tetapi bisa berkembang menjadi berbagai varian seperti di daerah lain yang memiliki banyak busana khas,” katanya.

Ia berharap dinamika diskusi yang berkembang dapat mendorong lahirnya ide-ide baru dari masyarakat dan pelaku kreatif di Kota Malang.

“Ini bisa menjadi pemantik munculnya karya-karya baru yang lebih beragam dan memperkaya khasanah busana daerah Malang,” pungkasnya.(Meutia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....