Jangan Wayang Ikuti Zaman, Zaman Ikuti Wayang

  • 10 Apr 2026 15:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Perkembangan media sosial dinilai membawa perubahan besar terhadap pola perilaku masyarakat dalam menikmati pertunjukan seni tradisional, termasuk wayang. Hal tersebut disampaikan Ki Eko Saputro, Ketua PEPADI Kota Batu, dalam acara Obrolan Budaya yang membahas Inspirasi Budaya Global yang Beradab di Modernitas Media, Jumat (10/4/2026)

Menurut Ki Eko, dahulu masyarakat rela datang langsung ke lokasi pertunjukan wayang dan menikmati pertunjukan semalam suntuk.

“Dulu orang menonton wayang bisa sampai semalam suntuk. Ada yang membawa bantal dan selimut karena pertunjukan bisa berlangsung sampai 10 jam,” ujarnya.

Namun saat ini, kebiasaan tersebut mulai berubah. Kehadiran media digital dan layanan streaming membuat masyarakat lebih memilih menonton dari rumah.

Selain itu, munculnya konten video pendek di media sosial juga memengaruhi cara generasi muda menikmati hiburan.

“Sekarang ada short video yang serba pendek. Ini menjadi tantangan bagaimana generasi ke depan tetap bisa menjaga orisinalitas budaya,” jelasnya.

Ki Eko menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak seharusnya selalu mengikuti tren zaman. Sebaliknya, masyarakat justru perlu diajak untuk kembali menghargai nilai-nilai budaya yang sudah ada.

“Jangan menuntut wayang mengikuti budaya sekarang, tetapi bagaimana masyarakat juga mau mengikuti dan memahami budaya wayang,” katanya.

Ia berharap generasi muda tetap memiliki ketertarikan untuk datang langsung ke lokasi pertunjukan agar dapat merasakan pengalaman budaya secara utuh, sekaligus menjaga keberlangsungan seni wayang di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....