Digitalisasi Ancam Budaya jika Tak Diimbangi Etika

  • 09 Apr 2026 08:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Digitalisasi ancam budaya jika tak diimbangi etika menjadi peringatan serius di tengah derasnya arus teknologi informasi saat ini. Dalam dialog Obrolan Budaya di RRI Malang, Dekan FISIP Universitas Tribuana Tunggadewi Malang, Agung Suprojo mengungkapkan bahwa kebebasan berekspresi di era digital sering kali tidak diimbangi dengan nilai-nilai budaya yang santun dan beradab. “Jika tidak dikuatkan dengan sikap budaya yang ramah dan beretika, maka konten negatif akan semakin berkembang,” ujarnya, Rabu (8/4/2026)

Pemerhati Budaya Tradisional ini juga menjelaskan bahwa fenomena seperti bullying, pornografi, dan berbagai konten negatif lainnya menjadi bukti lemahnya filter budaya dalam masyarakat. Padahal, menurutnya, budaya tidak hanya berbentuk seni, tetapi juga mencerminkan sikap, perilaku, dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, penguatan nilai budaya harus menjadi prioritas dalam menghadapi era digitalisasi.

Lebih jauh, Agung Suprojo mengingatkan bahwa identitas budaya harus tetap dijaga, termasuk dalam hal penampilan dan gaya hidup. Ia menyoroti fenomena perubahan cara berpakaian yang mulai kehilangan ciri khas budaya lokal. “Budaya adalah kepribadian, dan itu harus dipersiapkan serta dijaga di setiap generasi,” katanya.

Ia juga mencontohkan pentingnya mengenalkan kembali tradisi seperti selamatan bumi dan ruwatan kepada generasi muda. Menurutnya, pendekatan yang santun dan ramah akan lebih efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya. Dengan demikian, budaya dapat menjadi benteng kuat dalam menjaga karakter bangsa di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....