Budaya Lokal Harus Masuk Media Global Kreatif

  • 09 Apr 2026 08:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Budaya lokal harus masuk media global kreatif menjadi langkah strategis untuk menjaga eksistensi sekaligus memperkenalkan kekayaan Nusantara ke dunia internasional. Dalam obrolan budaya di RRI Malang, Agung Suprojo, Dekan FISIP UNITRI dan pemerhati budaya tradisional, menegaskan bahwa potensi budaya daerah yang beragam harus diolah menjadi konten kreatif tanpa kehilangan nilai dasar atau marwah kearifan lokal. “Budaya lokal harus diaktualkan ke media global, tetapi tetap menjaga identitas dan kepribadian bangsa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026)

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak gerakan khas dan tradisi unik yang tidak dimiliki negara lain, sehingga hal tersebut dapat menjadi kekuatan dalam industri kreatif berbasis budaya. Menurutnya, keunikan proses budaya—mulai dari ritual, ekspresi seni, hingga nilai-nilai filosofis—dapat divisualisasikan menjadi konten yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga sarat makna. “Keunikan itu adalah kekuatan kita untuk tampil berbeda di tingkat global,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agung mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif mengembangkan kreativitas seni budaya dengan sentuhan modernisasi. Ia menilai bahwa pendekatan kontemporer tidak harus menghilangkan nilai tradisional, justru bisa menjadi jembatan agar budaya lebih mudah diterima oleh generasi digital saat ini. Dengan demikian, budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga bagian dari gaya hidup.

Di akhir pemaparannya, ia menekankan bahwa media memiliki peran besar dalam mengangkat budaya lokal ke panggung internasional. Dengan pengemasan yang tepat dan distribusi yang luas, budaya Indonesia dapat menjadi inspirasi global sekaligus memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....