Rangkaian Nyepi Jadi Momentum Penyucian Diri Umat

  • 18 Mar 2026 21:06 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Tahapan nyepi yang sarat makna
  • Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan

RRI.CO.ID, Malang- Hari Raya Nyepi tidak hanya dikenal sebagai hari sunyi, tetapi juga memiliki rangkaian tradisi panjang yang sarat makna spiritual bagi umat Hindu.

Setiap tahapan dilakukan secara berurutan sebagai bentuk penyucian diri dan alam, sebelum memasuki hari hening total. Tradisi ini menjadi momentum penting untuk menata kembali keseimbangan hidup.

Rangkaian Nyepi diawali dengan upacara Melasti, yaitu ritual penyucian diri dan benda-benda sakral ke sumber air seperti laut atau mata air. Prosesi ini melambangkan pembersihan dari segala kotoran lahir dan batin. Setelah itu dilanjutkan dengan Tawur Agung Kesanga, yang bertujuan menetralisir energi negatif melalui berbagai persembahan, termasuk arak-arakan ogoh-ogoh.

Puncak perayaan adalah Hari Raya Nyepi, yang dijalankan dengan empat pantangan utama atau Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan. Selama satu hari penuh, umat Hindu menjalani keheningan sebagai bentuk refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu.

Rangkaian Nyepi kemudian ditutup dengan Ngembak Geni, yaitu momen untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga sosial, karena mengajarkan pentingnya introspeksi, keseimbangan, serta harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....