Tradisi Kenduri Perkuat Kerukunan Antarumat di Dusun Sawun
- 18 Mar 2026 20:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Tradisi kenduri yang dilakukan secara bergiliran menjadi salah satu perekat kerukunan antarumat beragama di Dusun Sawun RT 3 RW 3 Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga Hindu dan Muslim sebagai bentuk kebersamaan sekaligus penghormatan kepada leluhur.
Salah satu warga, Dimas Sujono, menjelaskan bahwa kenduri telah berlangsung sejak lama dan dilakukan secara rutin setiap bulan. Umat Hindu biasanya mengadakan kenduri pada malam Rabu Wage, sementara warga Muslim melaksanakan kegiatan serupa pada malam Jumat Legi.
“Kegiatan ini sudah dari dulu, keliling ke rumah-rumah secara bergantian setiap satu bulan sekali,” ujarnya kepada RRI, Rabu (18/3/2026)
Menurut Dimas, kenduri Rabu Wage bagi umat Hindu merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini datang mengunjungi keturunannya. Karena itu, keluarga tuan rumah menyambutnya layaknya menerima tamu dengan menyediakan makanan dan minuman sesuai kemampuan.
“Rabu Wage itu untuk menghormati leluhur yang datang seperti tamu, jadi disambut dengan hidangan,” katanya.
Dalam satu kelompok kenduri biasanya terdapat sembilan rumah, terdiri dari enam keluarga Hindu dan tiga keluarga Muslim. Meski berbeda keyakinan, seluruh warga tetap terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Selain tradisi kenduri, kerukunan antarumat beragama juga terlihat dari sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah. Warga Hindu memberikan ruang bagi umat Muslim untuk beribadah selama bulan Ramadhan dengan tidak menggunakan pengeras suara dalam kegiatan keagamaan keliling.
Sebaliknya, saat Hari Raya Nyepi, warga Muslim juga menyesuaikan diri dengan tidak menggunakan pengeras suara sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalani Catur Brata Penyepian.
Dimas menambahkan, warga Hindu juga turut membantu menjaga keamanan saat pelaksanaan salat Idul Fitri di lingkungan tersebut. Hal ini telah menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap tahun.
“Kalau Idul Fitri, kami biasanya membantu menjaga di depan tempat ibadah,” ujarnya.
Melalui berbagai kebiasaan tersebut, masyarakat Dusun Sawun menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....