Ngaji Budaya dan Pameran Pusaka Nusantara Digelar di Kraksaan

  • 15 Mar 2026 16:21 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan Ngaji Budaya dan Pameran Pusaka Nusantara 2026 yang digelar di Rumah Budaya Roma Sondhuk, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu 14 Maret hingga Minggu 15 Maret 2026.

Kegiatan yang digagas komunitas budaya tersebut menghadirkan pameran pusaka Nusantara, dialog kebudayaan hingga pertunjukan seni tradisional. Agenda ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengingat kembali pentingnya merawat warisan budaya di tengah derasnya arus modernitas.

Founder Rumah Budaya Roma Sondhuk, Nur Syamsi Zakariya, mengatakan penyelenggaraan Ngaji Budaya tahun ini dibuat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya berupa diskusi kebudayaan, tahun ini kegiatan dipadukan dengan pameran pusaka Nusantara yang menampilkan berbagai warisan budaya seperti keris, tombak hingga peninggalan masa lalu yang sarat nilai sejarah dan filosofi.

“Selain diskusi, masyarakat juga bisa menyaksikan langsung warisan kebudayaan itu sendiri. Di sini ada pusaka keris, tombak dan berbagai peninggalan masa lalu yang merupakan hasil dari kebudayaan leluhur kita,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan sejumlah praktisi budaya sekaligus empu pembuat keris. Tercatat ada tiga empu yang hadir, dua dari daerah lokal serta satu empu dari Madura yakni Ikka Arista dari Sumenep yang dikenal sebagai salah satu empu perempuan di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak generasi muda untuk memahami bahwa keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga bagian penting dari identitas dan warisan kebudayaan Nusantara.

Pada hari pertama kegiatan, pengunjung disuguhi pameran keris dan pusaka Nusantara yang menarik perhatian para pecinta budaya. Malam harinya suasana semakin semarak dengan pertunjukan seni musik tradisional khas Probolinggo, Seronen, yang dikenal dengan alunan serulingnya yang khas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif menghadirkan narasumber utama Jadul Maula dengan tema “Menggali Akar Tradisi, Menggapai Pintu Langit (Keberkahan)”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekuatan besar di bidang kebudayaan.

“Indonesia ini sesungguhnya negara dengan super power kebudayaan. Kita memiliki kekayaan adat, tradisi, seni, kuliner, motif batik hingga artefak. Di dalamnya ada ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan para leluhur kita,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah mulai tergesernya tradisi luhur oleh berbagai produk modernitas yang sering kali kehilangan nilai-nilai kebijaksanaan budaya. Karena itu, kegiatan Ngaji Budaya dinilai menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Ia juga melihat mulai muncul fenomena menarik di kalangan generasi muda yang perlahan kembali tertarik pada akar budaya mereka.

“Generasi muda sekarang mulai kritis. Akan ada titik ketika mereka bosan dengan yang serba kontemporer dan mulai rindu kembali kepada akar tradisinya,” ungkapnya.

Dalam setiap tradisi Nusantara, lanjutnya, sesungguhnya terdapat dimensi spiritual yang kuat. Tradisi yang diwariskan para leluhur, brahmana hingga para ulama merupakan ekspresi doa manusia kepada Tuhan yang diwujudkan melalui seni, bunyi-bunyian maupun berbagai ritual budaya.

Melalui kegiatan ini, para pegiat budaya berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi fondasi kebangkitan budaya bangsa di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....