Sendratari “Dewi Ragil Kuning” Tampil Memukau di Taman Krida Budaya Jawa Timur

  • 23 Feb 2026 08:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pagelaran sendratari bertajuk “For You: Love Hunt (Episode Dewi Ragil Kuning)” sukses digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jumat (21/2/2026) malam. Pertunjukan kolaboratif ini menghadirkan kekayaan tradisi Topeng Malangan dalam balutan garap modern yang memikat penonton.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah sanggar topeng di Malang Raya, yakni Sanggar Setyotomo, Sanggar Mantraloka, Sanggar Kariman Art Center, Sanggar Bayu Candra Kirana, serta Sanggar Kamulan Tulus Besar.

Pagelaran ini mengangkat kisah cinta dan kesetiaan yang terbungkus dalam konflik hasrat, pilihan, dan kekuasaan. Dalam sinopsis yang dibacakan, diceritakan tentang lanang yang terjebak dalam gejolak pertarungan batin untuk menentukan arah hidupnya. Cinta digambarkan bukan sebagai warisan atau takdir semata, melainkan keberanian untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

“Cinta dan bakti saling berkelindan. Memilih taat atau menentukan takdir atas kehendak sendiri menjadi jalan tengah yang penuh risiko,” demikian penggalan pesan moral dalam pertunjukan tersebut.

Garapan pertunjukan ini dikoordinatori oleh Santi Peni Prasetyo, dengan naskah ditulis oleh Hery Budiyanto. Sementara penata tari dipercayakan kepada Dimas Gantimananto dan Binti Ayu Farida, penata musik oleh Dewa Akbar dan Yusuf Caesar Hendarto, serta penata busana oleh Siti Rahayu dan Hartyas Ishanta Rahmawati.

Kurator kegiatan, Dr. (HC) Suroso, M.Si dan Budi Utomo, menyampaikan bahwa pagelaran ini menjadi ruang dialog antara tradisi dan sensibilitas kekinian. "Unsur tradisi Wayang Topeng Malangan dijadikan landasan pijak, lalu dikembangkan melalui pendekatan musikal dan dramatik yang lebih segar dan komunikatif bagi generasi masa kini" ungkapnya.

Pertunjukan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pengisi acara dan penonton yang hadir. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisi tetap memiliki tempat di hati publik, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Pertunjukan ini lagi lagi sukses merebut hati generasi muda, terbukti sebagian besar penonton yang hadir malam itu berasal dari Generasi Z.

"Setelah menunggu lama, akhirnya sendratari ini digelar lagi. Terakhir tahun lalu saya datang, dan jatuh cinta. Ceritanya Bagus, kemasannya relevan dengan anak muda sekarang, jokes jokesnya walaupun dalam balutan tradisi tetap segar" Ungkap Bagas, salah satu penonton yang hadir malam itu.

Dengan menghadirkan dinamika kisah cinta, kesetiaan, dan pencarian jati diri, “Love Hunt – Episode Dewi Ragil Kuning” menjadi bukti bahwa sendratari tradisional mampu bertransformasi tanpa kehilangan akar budayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....