Ekspedisi Pamalayu dan Strategi Besar Kertanagara

  • 17 Feb 2026 22:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sejarah Nusantara abad ke-13 mencatat upaya perluasan pengaruh yang dilakukan Kerajaan Singasari di bawah kepemimpinan Kertanagara. Kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam dinamika politik kawasan.

Dalam program Pesona Budaya RRI Pro 1 Malang Selasa (17/2/2026), Suwardono sebagai narasumber menguraikan bahwa salah satu kebijakan monumental Kertanagara adalah pengiriman pasukan ke tanah Melayu. “Setelah ancaman internal berhasil diatasi, beliau mengarahkan perhatian keluar, ini menunjukkan stabilitas internal yang cukup kuat,” jelasnya.

Pararaton juga mencatat pergantian patih dari Mpu Raganatha kepada Kebo Tengah atau Apanji Aragani. Suwardono menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan. “Pergantian jabatan itu memperlihatkan adanya proses penataan ulang birokrasi di masa awal pemerintahannya,” katanya.

Dalam prasasti Simpang atau Joko Dolog, Kertanagara disebut sebagai Jñaneśwara Bajra. “Gelar Bajra ini menunjukkan kedekatan beliau dengan ajaran mantrayana atau tantrayana. Jadi legitimasi beliau tidak hanya politis, tetapi juga spiritual,” terang Suwardono.

Ia menambahkan bahwa praktik keagamaan Kertanagara bukan sekadar ritual simbolik. “Dalam Nagarakretagama disebutkan beliau melakukan puja dan samadi demi keselamatan negara. Artinya, agama menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas kerajaan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....