Kertanagara dan Spirit Siwa-Buddha dalam Sejarah Tumapel

  • 17 Feb 2026 22:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sejarah kerajaan di Nusantara sering diwarnai pergantian kekuasaan yang penuh gejolak. Namun dalam perjalanan Kerajaan Tumapel atau Singasari, terdapat satu sosok raja yang dinobatkan tanpa pertumpahan darah, yakni Kertanagara, penguasa terakhir sekaligus tokoh penting dalam sejarah Jawa Kuno.

Hal tersebut disampaikan Suwardono dalam program Pesona Budaya RRI Pro 1 Malang, Selasa (17/2/2026), saat membedah Sĕrat Pararaton episode 18. Menurutnya, “Kertanagara adalah raja pertama dan terakhir di Tumapel atau Singasari yang penobatannya tidak melalui konflik berdarah, ini sesuatu yang sangat jarang dalam sejarah kerajaan Jawa.”

Suwardono menjelaskan, dalam Pararaton disebutkan Kertanagara dinobatkan dengan gelar Bhatara Siwa-Buddha. “Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi mencerminkan kedalaman pemahaman beliau terhadap ajaran Siwa dan Buddha yang kemudian disintesiskan,” ujarnya. Penobatan awalnya sebagai Yuwaraja terjadi pada 1254 M, sebelum memegang kekuasaan penuh setelah wafatnya Wisnuwardhana.

Dalam masa pemerintahannya, Kertanagara melakukan sejumlah kebijakan strategis, termasuk mengirim pasukan ke Melayu. Suwardono menilai langkah ini sebagai bentuk visi geopolitik. “Ekspedisi ke Melayu menunjukkan bahwa Kertanagara tidak hanya berpikir lokal, tetapi sudah memandang kawasan Nusantara sebagai satu kesatuan strategis,” jelasnya.

Nagarakretagama menggambarkan Kertanagara sebagai raja yang mendalami ajaran Tantra Subhuti. Menurut Suwardono, “Beliau dikenal tekun menjalankan puja, yoga, dan samadi untuk keselamatan negara. Jadi spiritualitas bukan urusan pribadi semata, melainkan bagian dari tata kelola pemerintahan.”

Di akhir pemaparannya, Suwardono menegaskan bahwa kepemimpinan Kertanagara memperlihatkan perpaduan antara kekuatan politik dan kedalaman spiritual. “Dari sini kita belajar bahwa kepemimpinan besar lahir dari keseimbangan antara ilmu, etika, dan visi kebangsaan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....