Imlek Jadi Ruang Budaya dan Kebersamaan
- 17 Feb 2026 09:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Eng An Kiong tidak hanya diisi ritual keagamaan, tetapi juga kegiatan budaya dan pemberdayaan ekonomi. Selama 14–17 Februari 2026, digelar bazar rakyat, pertunjukan barongsai, atraksi bian lian, lomba mewarnai, hingga story telling.
Ketua Agama sekaligus Wakil Ketua Umum Yayasan, Herman Subianto, menuturkan Imlek pada dasarnya adalah perayaan tahun baru berdasarkan penanggalan bulan. “Imlek itu dari kata ‘im’ bulan dan ‘lek’ penanggalan. Sincia artinya tahun baru. Ini tradisi budaya Tiongkok yang sudah ribuan tahun,” jelasnya kepada RRI, Senin (16/2/2026).
Ia juga menceritakan legenda Nian yang menjadi asal-usul warna merah dan bunyi-bunyian saat Imlek. “Konon Nian datang setiap awal tahun dan takut warna merah serta suara keras. Dulu orang-orang memukul tutup panci untuk mengusirnya. Dari situlah muncul tradisi meriah saat Imlek,” katanya.
Rangkaian sembahyang dilakukan pada malam pergantian tahun pukul 23.00 WIB dan dilanjutkan doa pukul 01.00 WIB. Perayaan ditutup Cap Go Meh dua minggu setelah Imlek. “Biasanya ramai sekali, tapi tahun ini kami sesuaikan karena berdekatan dengan Ramadan,” ungkapnya.
Menurut Herman, perayaan ini menjadi momentum membimbing generasi muda agar tetap kompak. “Kami libatkan anak-anak muda saat ulang tahun klenteng dan Imlek, walau saat ritual masih belum banyak yang hadir. Harapannya ke depan mereka semakin peduli dan bisa meneruskan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....