Produksi Dupa di Dalisodo Wagir Kian Merosot

  • 07 Mar 2024 14:30 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Desa Dalisodo, kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pernah menjadi sentra produksi dupa yang cukup tersohor, khususnya di dusun Bedali. Namun saat ini, dari 42 perajin dupa, kini hanya tersisa 4 perajin yang masih konsisten memproduksi dupa. Dua diantaranya memproduksi dalam skala besar, dua lainnya dengan skala kecil.

Perangkat desa Dalisodo, Nail, mengatakan dupa yang diproduksi di Dalisodo ini di jual ke Pulau Bali, yang menjadi pangsa pasar utama karena mayoritas penggunaan dupa untuk beribadah.

Menurut Nail, kemerosotan penjualan dupa terjadi secara bertahab sejak tahun 2016. Hal ini di sebabkan warga Bali sudah bisa memproduksi dupa sendiri, sehingga mereka tidak lagi membutuhkan dupa dari Dalisodo.

"Dikisaran tahun 2016 pengusaha dupa agak menonjol. Pada waktu itu orang Bali belum mengetahui cara pembuatan dupa," ujar Nail kepada RRI, Kamis (7/3/2024).

Saat ini, kata Nail, produsen dupa menjamur di pulau Bali dan berbanding terbalik dengan produsen dupa di Dalisodo, sehingga mengakibatkan perajin banyak beralih profesi menjadi petani, kuli bangunan dan sebagainya.

Sedangkan salah satu perajin Dupa desa Dalisodo, Giman mengatakan, saat ini dirinya tidak lagi mengirim dupa ke Bali, namun beralih ke Jakarta dan sekitar Malang Raya. Dalam satu bulan, dirinya bisa menjual 3 - 4 ton dupa dan dipatok Rp 21.000 setibanya di jakarta. (Wira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....