Meracik Semangat dan Menyeduh Mimpi di Rumah Ketiga Bernama 'Nakoa'

  • 16 Apr 2025 22:46 WIB
  •  Malang

KRBN, Malang: Di tengah maraknya geliat industri kopi dan budaya nongkrong kekinian yang terus berkembang pesat di Kota Malang, satu nama muncul sebagai sosok inspiratif yang menyuguhkan lebih dari sekadar secangkir kopi. Yudistira Pratama Saputra (27). Lelaki asal Blitar ini bukan hanya sekadar barista atau pengelola kafe, ia adalah penggerak semangat dan penjaga mimpi di balik hangatnya suasana Nakoa Suhat Malang, salah satu cabang dari brand Nakoa Cafe yang telah menjadi “rumah ketiga” bagi para penikmat kopi, pencari ruang nyaman, dan pencinta relasi otentik.

Sebagai wakil leader Nakoa Suhat, Yudistira atau akrab dipanggil Yudis ini telah menapaki perjalanan karirnya selama tiga tahun di bawah naungan PT Filosofi Republik Kuliner. Bagi dirinya, perjalanan hidup ini bukan hanya soal pekerjaan, melainkan tentang membangun tempat yang hidup, dinamis, dan penuh makna. Ia juga menggambarkan bagaimana persaingan bisnis juga semakin dinamis di Malang Raya.

“Persaingan di Malang luar biasa mas. Hampir tiap minggu ada tempat baru yang buka dengan inovasi dan gimmick baru. Mau nggak mau kita harus lebih aktif, kreatif, dan relevan,” tutur Yudis saat ditemui di kedai yang kini jadi langganan banyak anak muda dan keluarga, Rabu (16/4/2025).

Namun, tempat ia bekerja saat ini bukan sekadar kedai kopi biasa. Lebih dari itu, ia hadir sebagai ruang yang menawarkan kenyamanan, kebersamaan, dan koneksi emosional. Menu yang beragam mulai dari kopi, cokelat, teh, hingga soda dan juga aneka pastry serta brownies. Semua memperkuat keberadaan tempatnya bekerja disamping suasananya yang recommended untuk dicoba, (cek IG: @nakoacafe).

“Buat banyak orang, Nakoa itu bukan cuma tempat ngopi, tapi tempat pulang, rumah ketiga yang selalu terbuka utnuk siapa saja,” ucap Yudis dengan senyum hangat kepada www.rri.co.id.

Berlokasi di Jalan Puncak Borobudur No. G502, Mojolangu, Kota Malang, Nakoa Suhat hadir dengan konsep interior minimalis yang asri, dipenuhi tanaman hijau yang menyejukkan mata. Tidak hanya cocok untuk bekerja dari kafe (work from cafe), tempat ini juga menjadi pilihan tepat untuk nongkrong santai, diskusi kreatif, atau sekadar menikmati waktu sendiri. Fasilitasnya juga sangat lengkap seperti musala, Wi-Fi cepat, banyak colokan listrik, spot foto menarik, toilet bersih, hingga area parkir luas menjadikan Nakoa Suhat tempat yang ramah untuk semua kalangan.

Pria yang khas dengan senyumnya ini juga menyampaikan, Nakoa buka setiap hari dari pukul 08.30 hingga 24.00, dengan kemudahan transaksi yaitu QRIS, debit, maupun cash. Dikesempatan wawancara, www.rri.co.id menanyakan mengenai apa yang menjadi kunci suksesnya dalam menjawab tantangan besar dalam industri kafe saat ini, ia pun menjawab bahwa kunci keberhasilan bukan hanya terletak pada resep kopi atau sajian saja, tapi juga pada chemistry dan rasa memiliki dalam tim.

“Kita ingin semua karyawan bisa belajar lintas bidang. Jadi bukan cuma tahu cara bikin kopi saja, tapi juga paham pelayanan, kebersihan, sampai manajemen dasar. Sense of belonging itu penting mas, kita semua disini merawat tim untuk membangun budaya kerja yang baik” tegasnya.

Ia juga terbuka pada perubahan dan teknologi. Bahkan, menurutnya, kemajuan seperti Artificial Intelligence justru membuka peluang baru untuk belajar dan berkembang.

“Perubahan itu cepat banget. Kalau tidak mau belajar, bisa ketinggalan. Ambil risiko itu perlu, tapi harus siap dan senantiasa berani bertanggung jawab. jangan pernah berhenti belajar itu apapun alasannya,” katanya mantap.

Melalui tangan dingin Yudis dan timnya, Nakoa menjelma menjadi lebih dari sekadar coffee shop. Ia menjadi ruang tumbuh, ruang kembali, dan ruang bermimpi, terutama bagi generasi muda yang haus akan eksplorasi dan koneksi menuju mimpi membangun negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....