Mengubah Batik Tradisional Menjadi Fashion Modern

  • 21 Feb 2025 16:58 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Claudino Da Silva, atau lebih akrab disapa Dino, adalah pemilik Dasilva Batik, sebuah usaha batik yang telah berjalan sejak tahun 2016. Usaha ini fokus pada produksi batik motif Nusantara, khususnya dalam bentuk jaket, yang bertujuan untuk membawa batik ke pasar yang lebih luas dan dapatditerima oleh berbagai kalangan, terutama anak muda.

Menurut Dino, tantangan utama dalam dunia fashion adalah tren yang selalu berubah. Banyak generasi muda yang menganggap batik sebagai pakaian formal yang hanya cocok untuk acara resmi. Untuk itu, Dino menciptakan inovasi dengan membuat batik dalam bentuk jaket yang lebih kasual dan bisa dipakai di berbagai kegiatan mulai dari kantor, bekerja, hinggas ekadar hangout.

"Batik itu bukan pakaian kuno. Harus ada kesadaran bahwa batik bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar Dino, Jum'at (21/2/2025)

Dalam menjalankan usahanya, Dino bekerjasama dengan pengrajin batik di berbagai daerah seperti Sragen, Solo, dan Malang untuk memperoleh bahan baku terbaik. Untuk produk Dasilva Batik, digunakan jenis batik print dan cap, sementara untuk pesanan khusus, tersedia juga batik tulis. Dino menjelaskan bahwa batik print lebih terjangkau dalam hal biaya, namun tetap menjaga kualitas dan keindahan motif batiknya.

Perjalanan bisnis Dasilva Batik dimulai pada tahun 2015, saat Dino lulus kuliah dan mulai bekerja di sebuah perusahaan. Ketika perusahaan tempatnya bekerja menerapkan aturan untuk memakai batik pada hari tertentu, Dino meliha trespons positif dari teman-temannya. Ia menyadari bahwa meskipun batik sudah popular dalam bentuk blouse atau kemeja, belum ada yang memanfaatkan batik dalam bentuk jaket.

"Saya berpikir, kalau setiap minggu ada yang pakai batik, besar peluangnya. Namun, blouse atau kemeja sudah biasa.Akhirnya kami memutuskan untuk membuat jaket batik,"ungkapnya.

Sebagai pelaku UMKM, Dino menyadar bahwa tantangan terbesar adalah persaingan yang ketat. "Semua UMKM cenderung bertarung sendiri, jadi kita harus punya mindset sebagai petarung," ujarnya. Untuk menemukan peluang, Dino mengandalkan kemampuannya dalam mengikuti perkembangan tren dan terus mengupdate informasi, serta memperkuat relasi dengan mitra bisnis.

Selain itu, Dino juga menyarankan kepada sesama pelaku UMKM agar fokus pada keunikan produk. "Untuk batik, misalnya, kita bisa memanfaatkan motif khas dari daerah tertentu. Misalnya, motif Sumatra untuk pasar di Sumatra," jelasnya.

Selama tiga tahun terakhir, Dasilva Batik mengalami perkembangan pesat, meskipun perjalanan bisnisnya secara keseluruhan sudah mencapai enam tahun. Dino menekankan bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah terus berinovasi. "Jangan pernah berhenti berinovasi. Jatuh bangun itu sudah biasa, tapi kita tidak boleh putus asa," tuturnya.

Produk jaket yang diproduksi oleh Dasilva Batik meliputi jaket bomber, dengan harga berkisar antara Rp300.000 hingga Rp450.000. Untuk jaket exclusive dengan harga Rp450.000 dilengkapi dengan double furing dan resleting besi, serta bahan yang dijamin tidak luntur. Ke depannya, Dasilva Batik berencana membuat produk jaket, namun menghilangkan aksen karet pada jaket bomber agar tampil lebih formal.

Selain jaket, Dasilva Batik juga sedang menguji coba produk baruberupa blazer, yang diharapkan dapat menjadi pilihan fashion batik yang lebih formal di masa depan.Alamat galeri Dasilva Batik: Jalan Simp Teluk Grajakan No. 3, No. 14.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....