Setahun Berdiri, Brawijaya Multi Usaha Mampu Torehkan Omzet Rp 42,59 Miliar

  • 09 Jan 2025 12:25 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia, Universitas Brawijaya telah mendirikan PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) sejak tahun 2024. Keberadaan perusahaan ini sebagai salah satu upaya UB untuk melebarkan sayap di bidang bisnis untuk membiayai kampus. Selama setahun berdiri, PT BMU telah mampu menorehkan omzet senilai Rp 42,59 miliar.

Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha, Dr. Edi Purwanto mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya menjadikan BMU menjadi perusahaan yang sehat dan unggul supaya menjadi penopang utama pendapatan UB.

“Harapannya sesuai misi kita, perusahaan ini sehat. profesional dan berkinerja unggul. Tentunya kita di 2025 berupaya untuk memperkuat basis SDM agar betul- menjadi profesional, tata kelola bisnis dan keuangan semakin sehat dan bagus,” kata Edi di sela perayaan dies natalis ke-1 PT BMU yang digelar di gedung F FEB UB, Kamis (9/1/2025).

Ia menargetkan, pada tahun 2025 bisa mendapatkan omzet Rp 55 miliar dan terus meningkat hingga Rp 200 miliar pada 2028 mendatang. Jumlah omset di tahun 2024 ini tercatat meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2023.

“Pendapatan kami Rp 42,5 M ini sebanyak Rp 6 miliar kita setorkan ke kampus. Untuk mencapai target 2025, maka tahun ini kita akan mengembangkan sayap bisnis di luar kampus. Diantaanya membuka cabang UB coffee di tol Purwosari, tol Mojokerto, kampus UB Jakarta dan tol Jagorawi,” ungkapnya.

Selama ini, PT BMU telah mengelola sejumlah unit bisnis yakni UB Coffee, UB Guest House, Griya UB, UB merchandise and creative, UB kantin, Brawijaya Language Center, dan UB Sport Center.

“Kami terus melakukan berbagai perbaikan layanan maupun fasilitas di sejumlah unit bisnis kami,” tuturnya.

Brawijaya Tour and Travel, Brawijaya Science and Technology, Brawijaya Catering, dan LPH UB.

“Segmen bisnis yang belum ada juga masih banyak, peluang ini akan kita kembangkan. Diantaranya unit outsourcing, dimana kami mengelola pegawai kontrak yang ada di UB. Kos mahasiswa juga berpeluang,” kata dia. Selain itu, juga ada empat unit bisnis baru. Yakni

Rektor UB, Prof. Widodo menyebut bahwa saat ini perguruan tinggi tak hanya dituntut soal tri dharma yang terdiri atas pendidikan, peneltian, dan pengabdidan saja, namun juga bisnis.

“Bisnis harus baik agar keuangan perguruan tinggi menjadi baik. Kalau berharap hanya APBN masih sulit, mengingat anggaran pemerintah belum mampu mencukupi kebutuhan bidang pendidikan. Maka kita adakan UKT dengan sistem subsidi silang. Namum perguruan tinggi tetap harus mampi memafaatkan asetnya,” kata Prof. Widodo.

Aset tersebut bisa digunakan sebagai fasilitas pengembangan bisnis di berbagai bidang yang saat ini sudah dikelola oleh PT BMU.

“Namun ke depan kita juga ingin PT BMU bisa terus berkembang ada dimana mana tidak hanya di dalam kampus UB,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....