Kisah Hidup Seorang Ayah: Perceraian, Perjuangan, dan Kehidupan Baru

  • 20 Jun 2024 21:59 WIB
  •  Malang

KBRN Malang: Kehidupan Galuh Yulius Candra, seorang pria berusia 43 tahun, warga Malang berubah drastis sejak pernikahannya yang dimulai pada tahun 2007 dengan perempuan yang dicintainya harus berakhir dengan perceraian.

Mereka dikaruniai tiga anak selama perjalanan pernikahan yang berlangsung selama 11 tahun. Namun, kebahagiaan tersebut sering terganggu oleh kehadiran pihak ketiga yang terus-menerus mengintimidasi rumah tangga mereka.

Dari setiap pasangan hidup di dunia ini pasti ingin berjalan romantis dan hidup berdampingan sampai anak cucu, namun hal ini tidak terjadi pada seorang ayah ini. Hidup yang awalnya cerah menjadi kelam dan sampai saat ini ia harus tetap berjuang membangun kembali mental kejiwaannya untuk bangkit.

Penyebab pasti dari gangguan di keluarganya ini tidak pernah sepenuhnya dipahami oleh dirinya. Namun, tekanan eksternal dan perbedaan prinsip yang timbul akibat intimidasi pihak ketiga menyebabkan keretakan yang semakin parah dalam hubungan mereka.

Perbedaan keyakinan juga menjadi salah satu faktor yang memperumit keadaan, meskipun istrinya tidak terlalu mempersoalkannya pada awalnya. Ketidakstabilan ini memuncak hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai.

Setelah perceraian, keadaan memburuk, ia merawat dua anaknya, sementara anak bungsunya tinggal bersama ibunya. Meskipun sempat ada niat untuk rujuk dan memperbaiki hubungan, kenyataan pahit menghampiri ketika dirinya mengetahui bahwa mantan istrinya telah dijodohkan dengan pria lain.

Perasaan putus asa dan ketidakmampuan untuk move on membuat dirinya semakin terpuruk serta memutuskan untuk meninggalkan kota asalnya Malang dan mencari kehidupan baru di Jakarta.

“jujur hancur mas, dan ke Jakarta saya berharap perpindahan ini bisa membantu saya melepas trauma yang saya rasakan akibat perceraian mas, berat pokoknya mas” ujarnya menceritakan dengan perasaan emosi yang tidak terbendung kepada www.rri.co.id, Kamis (20/6/2024).

Di Jakarta, kehidupannya sedikit berubah. Sebenarnya dari awal, kehidupan Galuh sebagai pria berjalan normal dan bahkan pernah bekerja di kapal dengan penghasilan besar, namun karena permasalahan rumah tangga kini semua berubah karena merusak mental dan emosinya sehingga ia pun menjalani pekerjaan yang seadanya sebagai driver taksi di Jakarta untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya.

Kedua orang tua Galuh dengan penuh kasih sayang mengambil alih tanggung jawab merawat cucu-cucu mereka di Malang, tujuan orang tuanya yaitu untuk memberikan kesempatan bagi dirinya agar fokus mencari nafkah dan memulihkan diri dari luka emosional yang mendalam.

"Kehidupan ini penuh liku mas, awalnya manis tapi berujung hancur dan saya berusaha bangkit demi anak-anak saya," ungkapnya dengan mata yang terlihat penuh harapan.

Meskipun berat, dukungan dari keluarga dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya menjadi pendorong utama dirinya untuk terus maju.

Kisah Galuh adalah cerminan dari ketabahan seorang ayah yang berjuang melawan cobaan hidup, berusaha bangkit dari keterpurukan demi masa depan yang lebih baik untuk keluarganya. Semoga perjalanan barunya bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk buah hatinya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....